Pilihan laptop untuk mahasiswa di 2026 tidak lagi soal memilih antara murah atau berkualitas. Pengujian terhadap ratusan laptop dalam satu dekade terakhir menunjukkan bahwa kini ada perangkat yang menawarkan keduanya — asal tahu di mana mencari komprominya.
Apple merilis MacBook Neo sebagai penerus lini entry-level mereka. Dengan bobot 2,7 pon dan layar lebih kecil, perangkat ini dirancang pas untuk meja kuliah yang sempit. Harganya mulai $599, dan varian $699 sudah dilengkapi Touch ID serta penyimpanan dua kali lipat.
Masalahnya, Apple memangkas di sisi performa dan memori. RAM 8GB di tahun 2026 adalah batasan serius. Mahasiswa yang gemar membuka banyak tab browser atau menjalankan aplikasi berat akan cepat menemui hambatan. Laptop ini juga hanya bisa menyambung satu monitor eksternal dalam satu waktu.
Jika RAM 8GB terasa terlalu riskan, Asus Zenbook A14 menjadi alternatif langsung. Bobotnya hanya 2,1 pon — lebih ringan 0,6 pon dari MacBook Neo, atau setara penghematan 22 persen. Perbedaan ini terasa nyata saat dibawa keliling kampus.
Zenbook A14 dibekali RAM 16GB dan prosesor Snapdragon X2 generasi kedua pada model 2026. Namun, harga varian terbaru ini mencapai $1.600 — terlalu mahal untuk laptop mahasiswa. Kabar baiknya, model reguler sering turun harga ke kisaran $600 hingga $830, tergantung promo yang berlangsung.
Bagi mahasiswa dengan anggaran di bawah $600, HP OmniBook 5 layak dilirik. Laptop ini kerap dijual dengan harga $600 atau kurang, namun sudah menyertakan layar OLED yang memukau serta penyimpanan dan memori lebih besar dari MacBook Neo. Sayangnya, touchpad-nya terasa kurang responsif — kelemahan umum di kelas harga ini.
Untuk anggaran di bawah $500, Chromebook tetap jadi opsi. Acer Chromebook 516 Spin dijual di bawah $500 dengan layar 16 inci yang lega, port yang memadai, dan build quality cukup baik. Namun, sistem operasi ChromeOS memiliki keterbatasan: aplikasi kelas tertentu mungkin tidak kompatibel. Chromebook hanya bisa menjalankan aplikasi Android dan aplikasi berbasis browser.
Lenovo Chromebook Plus 14 disebut sebagai Chromebook favorit sepanjang masa berkat layar OLED dan baterai awet, tapi harganya lebih tinggi. Posisinya kini bersaing dengan Acer Chromebook Plus 514 Spin yang menggunakan chip MediaTek Kompanio Ultra yang sama.
Berdasarkan pengalaman menguji ratusan laptop, patokan minimal yang disarankan adalah $500 atau sekitar Rp8 juta. Di kisaran harga itu, mahasiswa mendapat perangkat yang mampu bertahan empat tahun perkuliahan tanpa perlu ganti di tengah jalan. HP OmniBook 5 menjadi pilihan paling aman di kelas ini — selama touchpad-nya bukan masalah besar.
Kesimpulannya, tidak ada laptop sempurna untuk semua mahasiswa. MacBook Neo unggul dalam desain dan ekosistem, Asus Zenbook A14 menang di bobot dan RAM, sementara HP OmniBook 5 menawarkan layar OLED dengan harga paling ramah kantong.