LAHAT — SMP Negeri 5 Lahat mulai menerapkan Tanda Tangan Elektronik (TTE) untuk mempercepat proses penandatanganan dokumen resmi sekolah. Kepala SMP Negeri 5 Lahat, Evi Yuniarsih, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa TTE memungkinkan kepala sekolah tetap menandatangani dokumen secara sah meskipun sedang menjalankan tugas dinas di luar daerah.
"Penerapan Tanda Tangan Elektronik (TTE) sangat membantu dalam mempercepat proses penandatanganan dokumen sekolah. Dengan adanya TTE, kepala sekolah tetap dapat menandatangani dokumen secara sah meskipun sedang melaksanakan tugas dinas di luar daerah, sehingga pelayanan administrasi tidak terhambat," ujar Evi dalam sosialisasi di Aula SMP Negeri 5 Lahat, Jumat (12/6/2026).
Evi menjelaskan, TTE tidak hanya digunakan untuk surat menyurat biasa, tetapi juga telah diterapkan pada penerbitan ijazah elektronik. Sistem ini, kata dia, memudahkan proses penerbitan sekaligus meningkatkan keamanan dokumen.
"TTE telah diterapkan pada penerbitan ijazah elektronik. Sistem ini memudahkan proses penerbitan, meningkatkan keamanan dokumen, serta meminimalkan risiko pemalsuan ijazah," katanya.
Meski TTE mulai berlaku untuk sebagian besar dokumen, Evi menegaskan bahwa administrasi keuangan masih menggunakan tanda tangan basah. Aturan ini diikuti untuk menjaga akuntabilitas dan tertib pengelolaan keuangan sekolah.
"Untuk dokumen yang berkaitan dengan administrasi keuangan, penandatanganan masih dilakukan secara manual. Surat-surat yang bersifat keuangan tetap memerlukan tanda tangan basah dan prosedur administrasi khusus guna menjamin akuntabilitas serta tertib pengelolaan keuangan," tegasnya.
Penerapan TTE di SMP Negeri 5 Lahat diharapkan menjadi langkah awal menuju tata kelola pendidikan yang modern dan berbasis teknologi digital. "Kami berharap penerapan TTE dapat semakin meningkatkan efisiensi pelayanan administrasi sekolah, mempercepat proses kerja, dan mendukung terwujudnya tata kelola pendidikan yang modern serta berbasis teknologi digital," tutup Evi.