BYD dan Jaecoo Dorong Penjualan Grosir Mobil China di Indonesia Tembus 63.274 Unit, Naik 72 Persen

Penulis: Ferdian Syah  •  Rabu, 17 Juni 2026 | 09:41:01 WIB
BYD dan Jaecoo catat penjualan mobil China di Indonesia mencapai 63.274 unit dengan peningkatan 72 persen.

SUMATERA SELATAN — Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dirilis pekan ini mencatat lonjakan signifikan penjualan mobil China di pasar domestik. Dari belasan merek yang beroperasi, BYD memimpin dengan volume pengiriman 17.993 unit, disusul Jaecoo dengan 14.284 unit dan Wuling dengan 6.534 unit.

BYD dan Jaecoo Masuk Jajaran 10 Merek Terlaris Nasional

Dua nama sukses menembus papan atas penjualan nasional. BYD menempati peringkat keenam, sementara Jaecoo duduk di posisi ketujuh dalam daftar 10 merek terlaris Indonesia sepanjang lima bulan pertama 2026. Keduanya menjadi motor utama pertumbuhan segmen kendaraan energi baru (NEV) berbasis baterai listrik.

Pencapaian ini tidak terlepas dari strategi agresif kedua merek dalam memperluas jaringan dealer dan menghadirkan model dengan harga kompetitif di kelasnya. Jaecoo misalnya, relatif baru di Indonesia tetapi mampu menggeser posisi merek-merek Jepang yang sudah mapan.

GWM dan GAC Aion Catat Pertumbuhan Tertinggi

Tak hanya BYD dan Jaecoo, merek China lain juga menunjukkan performa impresif. Great Wall Motors (GWM) membukukan pertumbuhan nyaris 200 persen secara year-on-year. Sementara GAC Aion mencatat lonjakan penjualan hingga 84 persen pada periode yang sama.

Pertumbuhan ini jauh melampaui kenaikan rata-rata penjualan mobil nasional. Artinya, merek-merek China tidak sekadar ikut naik, tetapi mengambil porsi pasar yang sebelumnya dikuasai kompetitor Jepang dan Korea.

Changan Jadi Kendaraan Resmi Java Jazz Festival 2026

Di tengah tren positif ini, Changan turut mencuri perhatian dengan menjadi kendaraan resmi penyelenggaraan Java Jazz Festival 2026. Acara yang berlangsung pada 29-31 Mei di Tangerang, Banten, itu menjadi ajang pamer eksistensi merek China di mata konsumen kelas menengah atas.

Langkah ini menunjukkan bahwa pabrikan China tidak hanya fokus pada volume, tetapi juga membangun citra merek melalui keterlibatan di event berskala nasional.

Pangsa Pasar 17,6 Persen dan Target ke Depan

Dengan kontribusi 17,6 persen dari total penjualan nasional, merek China kini menjadi kekuatan yang tidak bisa diabaikan di industri otomotif Indonesia. Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin pangsanya akan terus membesar seiring dengan semakin banyaknya model listrik dan hybrid yang diluncurkan.

Namun tantangan tetap ada. Infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik yang belum merata dan persaingan harga dengan model ICE (internal combustion engine) masih menjadi pekerjaan rumah bagi para pemain China. Setidaknya, data lima bulan pertama 2026 sudah menjadi sinyal kuat bahwa peta persaingan otomotif Indonesia sedang bergeser.

Reporter: Ferdian Syah
Sumber: carapandang.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top