Toyota Bakal Pangkas Model dan Varian, CEO Baru Nilai Banyak Produk Tak Efisien

Penulis: Syaiful Bahri  •  Selasa, 23 Juni 2026 | 11:56:01 WIB
CEO baru Toyota, Kenta Kon, fokus pangkas varian demi efisiensi biaya.

SUMATERA SELATAN — Pernyataan Kenta Kon di hadapan pemegang saham baru-baru ini menjadi sinyal kuat bahwa Toyota akan mengubah haluan. Berasal dari latar belakang keuangan—sebelumnya menjabat sebagai Chief Financial Officer (CFO)—Kon melihat proliferasi varian sebagai beban, bukan kekuatan. “Jika Anda pergi ke divisi pengembangan, Anda akan melihat masalah seperti peningkatan jumlah spesifikasi dan varian berbeda yang dibuat, yang pada gilirannya meningkatkan biaya,” ujarnya, seperti dikutip dari Automotive News.

Langkah ini kontras dengan pendahulunya, Koji Sato, yang merupakan seorang insinyur dan lebih agresif dalam pengembangan teknologi seperti hybrid, hidrogen, dan baterai. Di bawah Kon, prioritas bergeser ke kesehatan finansial perusahaan yang tengah menghadapi tekanan. Toyota mencatat penurunan laba operasional tiga tahun berturut-turut, ditambah fluktuasi tarif perdagangan di Amerika Serikat dan penurunan harga saham yang lebih dalam dibandingkan pesaing Jepang lainnya.

80 Lini Model Global Jadi Sorotan

Saat ini, jajaran produk Toyota mencakup lebih dari 80 lini model global, belum termasuk Lexus dan Daihatsu. Bahkan, pada Oktober lalu Toyota sempat mengumumkan rencana menghadirkan merek mewah baru bernama Century yang diposisikan di atas Lexus. Portofolio seluas itu otomatis membengkakkan biaya pengembangan, sertifikasi, hingga manajemen rantai pasok.

Kon mengakui perusahaan kini berada dalam fase evaluasi mendalam. “Kami sekarang berada pada tahap di mana kita benar-benar dapat mulai menanganinya, melakukan koreksi, dan menerapkan perbaikan,” katanya. Ia menegaskan bahwa aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah nyata atau dikerjakan secara tidak efisien harus segera dievaluasi ulang.

Belum Ada Daftar Model yang Akan Disetop

Hingga saat ini, Toyota belum mengumumkan secara resmi model atau varian mana yang akan dihapus. Spekulasi di kalangan pengamat global mengarah pada kemungkinan penggabungan varian atau penghentian model yang penjualannya rendah di tiap pasar. Yang jelas, era Kenta Kon akan lebih mengedepankan prinsip value for money dalam setiap keputusan bisnis, termasuk keputusan soal berapa banyak model yang layak diproduksi.

Bagi konsumen Indonesia, langkah ini bisa berarti penyederhanaan pilihan di dealer. Daripada bingung memilih antara selusin varian dengan perbedaan fitur tipis, Toyota mungkin akan menyajikan opsi yang lebih sedikit namun lebih relevan. Namun, dampak langsungnya baru akan terasa jika keputusan pemangkasan sudah diumumkan secara resmi untuk pasar Asia Tenggara.

Reporter: Syaiful Bahri
Sumber: mobitekno.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top