PALEMBANG — Data analisis citra satelit yang dirilis Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sumatera menunjukkan luasan karhutla di Sumatera Selatan (Sumsel) mencapai 305,4 hektare dalam lima bulan pertama 2026. Kepala Balai Ferdian Kristanto mengungkapkan, kebakaran terjadi di 12 dari 17 kabupaten dan kota di provinsi tersebut.
“Total luas karhutla di Sumsel sepanjang Januari-Mei 2026 berdasarkan analisa citra satelit mencapai 305,4 hektare,” katanya di Palembang, Senin.
Tiga Kabupaten dengan Luas Kebakaran Terbesar
Muara Enim menempati posisi pertama dengan lahan terbakar seluas 55,2 hektare. Disusul Kabupaten OKU yang mencapai 54,5 hektare, dan Muratara seluas 53,2 hektare. Ketiga daerah ini menyumbang lebih dari separuh total luas karhutla di Sumsel.
Wilayah lain yang turut terdampak meliputi Musi Banyuasin (36,4 hektare), Ogan Ilir dan OKU Selatan (masing-masing 27,5 hektare), serta OKI (23,1 hektare). Kebakaran dengan skala lebih kecil terjadi di Banyuasin (9,4 hektare), Lahat (6 hektare), PALI (5,9 hektare), Prabumulih (4,8 hektare), dan OKU Timur (1,9 hektare).
Hanya 1,1 Hektare Lahan Gambut Terbakar
Meski luas kebakaran meningkat, sebagian besar area yang terbakar merupakan lahan mineral, bukan gambut. Dari total 305,4 hektare, hanya 1,1 hektare lahan gambut yang terbakar, dan seluruhnya berada di Kabupaten Muara Enim. Sisanya, seluas 304,3 hektare, adalah lahan mineral.
Ferdian menambahkan, data ini bersifat sementara dan bisa berubah setelah verifikasi lapangan. “Hanya di Muara Enim yang terdata karhutla terjadi di lahan gambut seluas 1,1 hektare. Sedangkan sisanya 304,3 hektare terjadi di lahan mineral,” jelasnya.
Lima Daerah Masih Nihil Karhutla
Berdasarkan sistem Sipongi, lima daerah di Sumsel tercatat belum mengalami kebakaran hutan dan lahan hingga Mei 2026. Kelima daerah itu adalah Kota Lubuklinggau, Kabupaten Musi Rawas, Kota Palembang, Kabupaten Empat Lawang, dan Kota Pagar Alam.
Lebih Tinggi dari 2025, tapi di Bawah Rekor 2022
Jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, luasan karhutla tahun ini masih di bawah rekor tertinggi. Pada 2022, luas area terbakar mencapai 1.977,7 hektare, disusul 2023 seluas 1.046,2 hektare, dan 2020 seluas 626,7 hektare. Namun, angka Januari-Mei 2026 ini jauh di atas periode yang sama di 2025 yang hanya 43,1 hektare, dan 2024 yang mencapai 184,1 hektare.
Pihak Balai terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Manggala Agni, TNI, Polri, dan pemangku kepentingan lain untuk memperkuat pencegahan dan pengendalian karhutla menjelang puncak musim kemarau 2026.