SUMATERA SELATAN — Informasi itu diungkap Burry dalam surat berbayar "Cassandra Unchained" edisi "Trading Post June 30, 2026" yang terbit Selasa. Dalam catatan tersebut, Burry tidak menjadikan Tesla sebagai fokus utama. Ia justru lebih banyak mengulas kondisi indeks semikonduktor Philadelphia (SOX) yang menurutnya berada di titik ekstrem historis.
Burry membuka posisi short di lima instrumen pada hari yang sama. Selain Tesla, ia juga melakukan short terhadap Caterpillar (CAT) di US$1.060,98, Nvidia (NVDA) di US$198,09, ETF iShares Semiconductor (SOXX) di US$642,80, dan Applied Materials (AMAT) di US$729,40.
"Dan akhirnya saya short saham Tesla di 416,22. Senang sahamnya melompat kembali ke level ini," tulis Burry. Kalimat terakhir itu penting: Tesla ditutup di US$379,71 pada sesi sebelumnya dan melonjak sekitar 10% pada Selasa. Burry memanfaatkan reli untuk membuka posisi short, bukan menjual saat harga jatuh.
Burry tidak mengungkapkan ukuran posisi Tesla secara spesifik. Tidak ada angka dolar, jumlah saham, atau struktur opsi yang disebutkan. Ini perlu diingat karena taruhan Burry terhadap Tesla kerap dibesar-besarkan oleh media.
Pada kuartal I 2021, laporan 13F Scion Asset Management menunjukkan opsi put untuk 800.100 saham Tesla. Banyak media melaporkan sebagai taruhan "setengah miliar dolar" — padahal angka itu adalah nilai nosional, bukan modal yang benar-benar dipertaruhkan Burry. Ia menutup posisi itu pada November 2021.
Sebagian besar catatan Selasa lalu membahas semikonduktor. Burry berargumen Philadelphia Semiconductor Index (SOX) diperdagangkan lebih dari 65% di atas rata-rata pergerakan 200 hari — level yang hanya terjadi sekali sebelumnya, pada tahun 2000.
Ia juga menyoroti rasio harga terhadap penjualan indeks yang di atas 16 kali, dan menambahkan bahwa mengeluarkan Nvidia dari perhitungan "hampir tidak mengubah" angka tersebut. Burry menggulirkan opsi put SOXX dari Januari 2027 ke Maret 2027 dan menaikkan strike ke kisaran US$400-an, sambil tetap memegang opsi put QQQ Januari.
"Hanya masalah waktu saja," tulisnya tentang potensi koreksi semikonduktor.
Meski bukan fokus utama, Tesla tetap masuk dalam pandangan bearish Burry. Pada Desember lalu, ia mengkritik "dilusi yang konyol" dan valuasi Tesla yang "sangat terlalu mahal", mengaitkannya dengan paket kompensasi US$1 triliun untuk Elon Musk yang disetujui pemegang saham tahun lalu.
Saat ini, Tesla diperdagangkan sekitar 295 kali laba dengan laba yang menurun, dilusi saham sekitar 3,6% per tahun, dan paket kompensasi triliunan dolar di atasnya. Namun, Burry sendiri pernah menekankan bahwa argumen valuasi yang masuk akal tidak otomatis menghasilkan short yang baik. Pasar bisa tetap irasional lebih lama daripada kemampuan seorang short seller untuk bertahan.
Pelajaran untuk investor Indonesia: membaca kabar short selling Burry terhadap Tesla perlu dilakukan secara kritis. Tanpa mengetahui ukuran posisi, sulit menyimpulkan seberapa besar keyakinannya. Yang jelas, taruhan terbesarnya saat ini ada pada sektor semikonduktor, bukan mobil listrik.