PALEMBANG — Andie Dinialdie tidak hanya menerima mandat kepemimpinan, tetapi juga sederet pekerjaan rumah besar usai resmi dikukuhkan sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Selatan periode 2026-2031. Target elektoral yang ditebar dari Jakarta menuntut konsolidasi masif hingga ke tingkat desa.
Instruksi langsung dari Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, itu disampaikan di sela-sela penutupan Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sumsel di Ballroom Aryaduta Palembang. Bahlil menegaskan bahwa kemenangan pemilu harus dipersiapkan dari struktur paling bawah.
Langkah pertama yang menjadi prioritas Bahlil bukanlah kampanye besar-besaran, melainkan pembenahan infrastruktur partai. Ketua terpilih diminta segera menggelar Musda kabupaten/kota, lalu berlanjut ke Musyawarah Cabang (Muscab) di tingkat kecamatan, hingga ke ranting desa.
“Setelah musda provinsi ini, saya minta kepada ketua terpilih harus segera melakukan musda kabupaten/kota, setelah itu muscab di kecamatan, hingga tingkat desa. Infrastruktur ini yang harus dilakukan,” ujar Bahlil di Palembang.
Instruksi tersebut bukan tanpa alasan. DPP Partai Golkar telah memasang target pertumbuhan kursi yang signifikan pada kontestasi nasional mendatang. Target itu menjadi fondasi utama yang harus diperjuangkan seluruh kader di Sumatera Selatan.
“Untuk DPRD Provinsi Sumsel dari 12 kursi, harus naik lebih dari 12 kursi. Begitu pun kursi di DPRD Kabupaten dan kota yang lain harus naik. Itu target kita ke depan di munas,” tegas Bahlil.
Adapun di tingkat pusat, partai beringin menargetkan kenaikan perolehan kursi dari posisi saat ini. “Pertama harus menaikan kursi yang sekarang 102 kursi, harus dinaikan 102 lebih,” tandasnya.
Dalam arahannya, Bahlil juga mengingatkan filosofi dasar Partai Golkar yang tidak terbiasa berada di luar pemerintahan. Ia menekankan bahwa partai berlambang pohon beringin ini lahir dari rahim rakyat dan berkewajiban mendukung penuh program pembangunan.
“Jadi DPD Partai Golkar Sumsel, seluruh anggota Fraksi DPRD Sumsel, maka wajib hukumnya untuk mendukung gubernur dan wakil gubernur dalam proses pembangunan di Sumsel. Ini sebenarnya hakekatnya,” terang Bahlil.
Pernyataan ini sekaligus menegaskan posisi politik Golkar Sumsel yang akan sejalan dengan pemerintah provinsi. Bahlil menilai partainya tidak terbiasa dengan sikap oposisi karena didirikan sebagai instrumen politik negara untuk mewujudkan cita-cita proklamasi.
Bahlil mengingatkan bahwa elektabilitas partai tidak dibangun dari retorika belaka. Para kader diminta untuk terus bergerak turun ke lapangan dan berhadapan langsung dengan persoalan rakyat, bukan sekadar menyampaikan pidato politik.
“Untuk kader kader Partai Golkar, saya berpesan agar jangan bosan-bosan untuk melakukan kerja-kerja lapangan. Pidato-pidato itu penting, tapi pidato tanpa eksekusi itu hampa,” imbuh dia.
Ia menambahkan, kunci utama menjaga kepercayaan publik adalah konsolidasi yang dilakukan setiap hari. Menurutnya, tanpa konsolidasi rutin, partai berisiko ditinggalkan oleh konstituennya.
“Rumus agar bisa partai kita baik, setiap hari harus melakukan konsolidasi, karena itulah kata kunci agar kita bisa meraih suara ke depan,” jelas Bahlil.
Musda XI ini menjadi penutup rangkaian musda provinsi se-Indonesia. Bahlil hadir didampingi jajaran elite DPP seperti Sekjen M Sarmuji, Waketum Kahar Muzakir, Ahmad Doli Kurnia, Wihaji, Menteri Komdigi Meutya Viada Hafid, hingga Airin Rachmi Diany.