JAKARTA — Indonesia menempati peringkat keempat pada GAMMA Asian Championships 2026 yang berlangsung pada 29 Juli hingga 2 Agustus di Putrajaya, Malaysia. Kontingen Merah Putih memastikan diri di papan atas setelah mengumpulkan total 15 medali dari kategori junior, U21, dan senior.
Perolehan ini menjadi sinyal positif bagi pengurus besar menjelang ajang yang lebih besar. "Lebih dari sekadar jumlah medali, kami melihat keberanian, disiplin, dan daya saing yang kuat dari para atlet ketika menghadapi lawan-lawan terbaik dari berbagai negara," kata Ketua Umum PB PERTACAMI Tommy Paulus Hermawan dalam keterangan tertulis, Selasa.
Kontribusi terbesar datang dari kelas U21 dan senior yang menyumbang empat medali emas, tiga perak, dan empat perunggu. Sementara itu, kategori junior menyumbang satu emas, dua perak, dan satu perunggu.
Kelima medali emas dipersembahkan oleh Dominic Gabriel Vincentio, Mutiara Pricilia Rori, Delvi Nurfadillah, Yusni Nurhayati Hutasoit, dan Jon Setiawan. Mereka berhasil mengatasi tekanan di partai puncak melawan wakil tuan rumah dan negara Asia lainnya.
Medali perak diraih oleh Lukas Oliver Lubis Sedlak, Bumi Magani Abraar Himara, Rangga Dika Mahendra, Novia Pesik, dan Maydelse Sitepu. Kelima atlet ini nyaris merebut podium tertinggi sebelum kalah di final.
Adapun medali perunggu disumbangkan oleh Manayra Maritza Hersianti Siagian, Vannezcia Steven Cuthberth, Yosua Pratama Purba, Panca Julian Saputra, dan Dwi Ani Retno Wulan.
Hasil di Malaysia ini langsung dijadikan bahan evaluasi oleh PERTACAMI. Kejuaraan Asia ini menjadi uji coba terakhir yang ideal sebelum para atlet diterjunkan ke Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.
Dengan komposisi medali yang tersebar merata di tiga kategori umur, PERTACAMI memiliki gambaran jelas soal kedalaman skuad. Ini menjadi modal penting untuk menargetkan hasil yang lebih baik di ajang multievent dua tahunan tersebut.