Ekspor Sumatera Selatan Semester I 2026 Turun 13,14 Persen, BPS Sebut Batubara dan Karet Jadi Pemicu Utama

Penulis: Darmawan Iskandar  •  Selasa, 04 Agustus 2026 | 21:45:01 WIB
Petugas memeriksa dokumen ekspor komoditas di Pelabuhan Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (28/7/2026).

PALEMBANG — Kepala BPS Sumatera Selatan Moh Wahyu Yulianto mengungkapkan penurunan ekspor nonmigas tersebut dipicu oleh berkurangnya nilai pengiriman komoditas utama daerah. Beberapa di antaranya adalah batubara dan lignit, karet dan barang dari karet, serta lemak dan minyak hewan atau nabati.

Kondisi kumulatif yang melemah itu berbanding terbalik dengan kinerja ekspor pada Juni 2026. Pada bulan keenam tahun ini, nilai ekspor Sumatera Selatan justru melesat 22,61 persen dibandingkan Juni 2025.

Kinerja Juni 2026: Migas Tumbuh 40,15 Persen

BPS mencatat nilai ekspor Sumatera Selatan pada Juni 2026 mencapai 569,62 juta dolar AS. Realisasi ini meningkat 105,04 juta dolar AS dari capaian Juni 2025 yang berada di angka 464,58 juta dolar AS.

Pertumbuhan bulanan tersebut ditopang oleh kenaikan ekspor migas sebesar 40,15 persen. Sektor nonmigas juga ikut berkontribusi dengan tambahan nilai 64,89 juta dolar AS atau tumbuh 14,94 persen.

Dominasi Nonmigas dan Pangsa Pasar Asia

Hingga pertengahan tahun 2026, struktur ekspor Sumatera Selatan masih didominasi sektor nonmigas. Kontribusinya mencapai 89,68 persen dari total nilai ekspor yang terakumulasi selama enam bulan.

Dari sisi negara tujuan, Tiongkok menjadi pasar utama dengan serapan nilai mencapai 1.022 juta dolar AS atau setara 36,80 persen dari total ekspor. India menyusul di posisi kedua dengan nilai 289,56 juta dolar AS (10,43 persen), dan Malaysia di urutan ketiga sebesar 239,27 juta dolar AS (8,62 persen).

"Hal ini menunjukkan bahwa ekspor komoditas Sumatera Selatan banyak dikirim ke negara-negara di benua Asia," kata Moh Wahyu Yulianto di Palembang, Selasa.

Ekspor ke ASEAN Capai 780 Juta Dolar AS

Secara kawasan, pengiriman barang ke negara-negara ASEAN tercatat paling besar, yakni 780,75 juta dolar AS atau 28,11 persen dari total ekspor. Adapun pengiriman ke kawasan Uni Eropa hanya mencapai 101,18 juta dolar AS atau sekitar 3,64 persen.

Surplus neraca perdagangan Sumatera Selatan sebesar 2.136,37 juta dolar AS pada Januari-Juni 2026 dinilai masih sehat. Surplus tersebut disumbang oleh transaksi sektor nonmigas senilai 1.856,50 juta dolar AS dan sektor migas sebesar 279,86 juta dolar AS.

Reporter: Darmawan Iskandar
Sumber: sumsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top