PALEMBANG — Sebanyak 318 atlet muda dari berbagai kabupaten/kota di Sumatera Selatan akan bertarung memperebutkan total hadiah Rp27 juta dalam Gubernur Sumsel Cup Bulutangkis 2026. Kejuaraan yang berlangsung 4-8 Agustus ini diyakini menjadi titik awal lahirnya juara dunia asal Bumi Sriwijaya.
Herman Deru menegaskan bahwa pembinaan atlet tidak bisa dilakukan secara instan. Menurutnya, proses rekrutmen usia dini menjadi kunci utama, sebagaimana yang telah dibuktikan daerah lain di Indonesia.
Dalam sambutannya, Herman Deru mengisahkan bagaimana masyarakat dahulu bermain bulutangkis dengan fasilitas seadanya. Garis lapangan bahkan dibuat menggunakan bilah bambu, namun hal itu tidak menyurutkan semangat berolahraga.
"Semangat masyarakat bermain bulutangkis sangat tinggi. Bahkan kaki terluka karena bambu penanda lapangan pun tidak menjadi penghalang. Olahraga ini bukan hanya soal prestasi, tetapi juga hiburan sekaligus cara menjaga kesehatan," ujar Herman Deru.
Gubernur menilai semangat juang seperti inilah yang kini harus ditanamkan kembali kepada generasi muda Sumatera Selatan. Ia meyakini dengan pola pembinaan yang tepat, Sumsel mampu melahirkan atlet-atlet hebat.
Herman Deru menyebut Kabupaten Kudus sebagai contoh sukses pembinaan atlet bulutangkis sejak dini. Di kota tersebut, anak-anak usia 7 hingga 8 tahun sudah direkrut dan dibina hingga menjadi legenda dan juara dunia.
"Kalau Sumsel memiliki spirit yang sama dalam melakukan pembinaan, saya yakin suatu saat akan lahir atlet-atlet hebat seperti Rudi Hartono, Taufik Hidayat, maupun Mohammad Ahsan dari Sumatera Selatan," ungkapnya.
Untuk mewujudkan target tersebut, Herman Deru meminta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) provinsi maupun kabupaten/kota memperkuat kerja sama dengan klub dan sekolah bulutangkis. Kolaborasi ini dinilai penting agar proses pencarian bakat berjalan berkelanjutan.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumsel, H. M. Alfajri Zabidi, menjelaskan bahwa kejuaraan ini diikuti atlet dari Palembang, Banyuasin, Muara Enim, Ogan Ilir, Prabumulih, Pagar Alam, dan sejumlah daerah lainnya.
Adapun nomor yang dipertandingkan meliputi tunggal usia dini putra-putri, tunggal anak putra-putri, serta tunggal pemula putra-putri. Seluruh pertandingan dipusatkan di GOR Kebon Gede, Palembang.
"Terima kasih atas dukungannya. Kami akan berupaya maksimal menyelenggarakan kejuaraan ini sebagai wadah pembinaan sekaligus pencarian bibit atlet bulutangkis Sumatera Selatan," ujar Alfajri.
Melalui ajang ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berharap semakin banyak atlet muda potensial yang lahir dan mampu mengharumkan nama daerah di berbagai ajang bergengsi pada masa mendatang.