Titik Panas Sumsel Melonjak Jadi 104, BNPB Kerahkan Modifikasi Cuaca 7 Hari dari Palembang

Penulis: Fakhrudin Akbar  •  Rabu, 05 Agustus 2026 | 20:35:31 WIB
Petugas menyiapkan bahan semai natrium klorida untuk operasi modifikasi cuaca di Lanud Sri Mulyono Herlambang, Palembang, Sumatra Selatan.

PALEMBANG — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan operasi modifikasi cuaca (OMC) di Sumatra Selatan selama tujuh hari, terhitung 4 hingga 10 Agustus 2026. Operasi ini dipusatkan di Lanud Sri Mulyono Herlambang, Palembang, dengan dukungan TNI AU, BMKG, dan BPBD Provinsi Sumatra Selatan.

Langkah ini diambil setelah pantauan Satelit NASA NOAA20 mencatat lonjakan signifikan titik panas di wilayah tersebut, dari 46 titik pada 2 Agustus menjadi 104 titik pada 3 Agustus 2026.

Penyemaian Garam di OKI dan Ogan Ilir

Pada hari pertama pelaksanaan, Selasa, 4 Agustus 2026, pesawat penyemai berhasil melakukan satu sorti penerbangan. Sebanyak 1.000 kilogram bahan semai natrium klorida (NaCl) ditebar di wilayah Ogan Komering Ilir dan Ogan Ilir.

Kepala BNPB Suharyanto mengatakan penyemaian garam menggunakan pesawat berbadan tetap tersebut terbukti efektif memicu turunnya hujan berintensitas ringan di area terdampak. "OMC merupakan salah satu upaya mendukung penanggulangan karhutla di enam provinsi prioritas yang memiliki lahan gambut luas dan sulit dipadamkan jika terjadi kebakaran masif," kata dia, Rabu, 5 Agustus 2026.

Respons Status Siaga Darurat Asap

Operasi ini tidak hanya menindaklanjuti arahan Presiden, tetapi juga menjawab surat permohonan dukungan OMC dari Gubernur Sumatra Selatan. Provinsi tersebut telah menetapkan status siaga darurat bencana asap akibat karhutla hingga 30 November 2026.

Direktorat Pengendalian Operasi BNPB mengonfirmasi bahwa pelaksanaan OMC di Sumatra Selatan berjalan sesuai jadwal. Operasi dikendalikan penuh dari Lanud Sri Mulyono Herlambang, Palembang.

Imbauan untuk Daerah dan Pelaku Usaha

Suharyanto menekankan bahwa modifikasi cuaca hanyalah salah satu instrumen penanganan. Ia mengimbau pemerintah daerah, masyarakat, serta pelaku usaha di sektor kehutanan dan pertanian untuk meningkatkan sinergi dan pencegahan dini.

"Selanjutnya pemerintah daerah, masyarakat, serta pelaku usaha di sektor kehutanan dan pertanian diimbau meningkatkan sinergi dan pencegahan dini agar tidak melakukan pembakaran lahan," ujar Suharyanto.

Reporter: Fakhrudin Akbar
Sumber: metrotvnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top