PALEMBANG — Prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) dipimpin langsung Kapolda Sumsel Irjen Pol. Sandi Nugroho dan dihadiri jajaran Forkopimda, Wali Kota Palembang, serta pejabat utama Polda Sumsel. Lahan seluas area di Kertapati tersebut merupakan hibah dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dengan Sertifikat Hak Pakai Nomor 14 Tahun 2023.
Direktur Lalu Lintas Polda Sumsel Kombes Pol. Roberto Pardede menyebut pembangunan ini merupakan langkah strategis menjawab tingginya kebutuhan administrasi kendaraan bermotor. Gedung baru dirancang untuk mempercepat proses penerbitan BPKB sekaligus memperkuat akurasi data penegakan hukum berbasis elektronik.
"Pembangunan gedung ini kami rancang agar pelayanan penerbitan BPKB semakin cepat, transparan, dan berbasis teknologi, sekaligus mendukung keakuratan data penegakan hukum Electronic Traffic Law Enforcement bagi masyarakat Sumatera Selatan," kata Roberto dalam keterangannya, Jumat.
Konsep prototype yang diterapkan membuat layanan nantinya lebih efektif dan terintegrasi. Masyarakat diharapkan merasakan kemudahan nyata dalam setiap proses pengurusan BPKB, dari pendaftaran hingga penerbitan dokumen.
Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel yang hadir mewakili Gubernur menegaskan hibah lahan merupakan wujud komitmen pemerintah daerah terhadap peningkatan pelayanan publik. Aset yang dihibahkan diharapkan terpelihara dan memberi manfaat luas bagi warga.
"Kami berharap aset yang telah dihibahkan dapat dimanfaatkan secara optimal, dipelihara dengan baik, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Sumatera Selatan. Groundbreaking ini menjadi wujud kolaborasi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Polda Sumatera Selatan dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik," ujarnya.
Kegiatan tidak hanya berfokus pada seremoni pembangunan. Dalam kesempatan yang sama, Polda Sumsel menerima sertifikat tanah hibah dari Pemprov Sumsel secara simbolis.
Selain itu, Ditlantas Polda Sumsel menyerahkan kendaraan operasional kepada Satlantas Polrestabes Palembang. Bantuan sosial juga diberikan kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian institusi kepolisian terhadap warga.
Dengan dimulainya pembangunan ini, Polda Sumsel menargetkan gedung baru dapat beroperasi penuh melayani masyarakat mulai akhir tahun 2026 mendatang.