JAKARTA — PT Telkomsel mencatatkan kinerja keuangan solid pada paruh pertama 2026. Pendapatan perusahaan mencapai Rp55,6 triliun, dengan laba bersih Rp10,4 triliun atau tumbuh 8,3% secara tahunan (year on year/YoY).
EBITDA ikut menguat 8,6% menjadi Rp26,1 triliun, mendorong margin naik dari 44,6% menjadi 46,9%. Capaian ini disebut sebagai bukti penguatan fundamental bisnis di tengah transformasi Telkom Group sebagai strategic holding digital nasional di bawah Danantara Indonesia.
Dari sisi lini usaha, segmen mobile masih mendominasi dengan kontribusi pendapatan Rp42,8 triliun, naik 5,6% YoY. Sementara itu, lini digital mencatat pertumbuhan lebih tinggi, yakni 11% dengan total pendapatan Rp40,8 triliun.
Pertumbuhan ini seiring meningkatnya konsumsi data pelanggan menjadi 11,8 juta terabyte, naik 0,8% dibanding tahun lalu. Angka ini mencerminkan peran konektivitas dalam aktivitas masyarakat, mulai dari bekerja, belajar, hingga membangun usaha.
Telkomsel juga mencatatkan peningkatan produktivitas pelanggan. Rata-rata pendapatan per pelanggan (ARPU) mobile mencapai Rp45,6 ribu, tumbuh 9% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Basis pelanggan perusahaan saat ini mencapai 153,5 juta.
Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menyampaikan apresiasi kepada pelanggan serta seluruh insan perusahaan atas capaian ini.
"Capaian Semester I 2026 merupakan hasil dari kepercayaan pelanggan serta kerja bersama seluruh insan Telkomsel untuk terus melayani dengan sepenuh hati," ujar Nugroho dalam keterangan resminya.
Untuk menjaga pengalaman pelanggan, hingga akhir Juni 2026 Telkomsel mengoperasikan sekitar 301 ribu base transceiver station (BTS). Jumlah itu terdiri atas sekitar 246 ribu BTS 4G, 6 ribu BTS 5G, dan 49 ribu BTS 2G.
Penguatan jaringan dilakukan secara terarah untuk menghadirkan layanan yang cepat, stabil, dan responsif. Perusahaan juga menyederhanakan produk dan menerapkan disiplin penawaran agar investasi mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan.