PGRI Sumatera Selatan dan Ogan Ilir Latih Ratusan Guru Menulis Karya Ilmiah, Targetkan Publikasi di Jurnal

Penulis: Ferdian Syah  •  Jumat, 07 Agustus 2026 | 16:30:31 WIB
Ratusan guru di Ogan Ilir mengikuti pelatihan penulisan karya ilmiah yang digelar PGRI Sumatera Selatan bersama Universitas PGRI Palembang.

OGAN ILIR — Kolaborasi antara PGRI Sumatera Selatan, PGRI Kabupaten Ogan Ilir, dan Universitas PGRI Palembang menghadirkan program peningkatan kompetensi guru dalam akselerasi menulis karya ilmiah. Pelatihan ini diikuti ratusan pendidik dari jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK beserta para pengawas sekolah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir.

Wakil Bupati Ogan Ilir, H. Ardani, S.H., M.H., menilai kegiatan ini merupakan investasi jangka panjang bagi mutu pendidikan daerah. Ia berharap para guru tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi mampu melahirkan inovasi pembelajaran yang tertulis dan terdokumentasi.

"Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir menyambut baik kegiatan ini karena peningkatan kompetensi guru merupakan investasi terbaik bagi masa depan daerah," ujar Ardani dalam sambutannya.

Menulis Bukan Sekadar Tugas Tambahan Guru

Ketua PGRI Provinsi Sumatera Selatan, Assoc. Prof. Dr. H. Bukman Lian, M.M., M.Si., menegaskan bahwa kemampuan menulis karya ilmiah adalah bagian dari pengembangan profesi yang tidak bisa ditawar. Guru dituntut menghasilkan karya berkualitas, bukan hanya mengajar di kelas.

"Melalui program akselerasi ini, PGRI hadir untuk mendampingi para guru agar memiliki keterampilan menulis yang baik, sehingga dapat meningkatkan kompetensi, memperkuat budaya riset di sekolah, sekaligus mendukung pengembangan karier guru," kata Bukman Lian.

Ia menambahkan, PGRI Sumatera Selatan berkomitmen menghadirkan program yang berdampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan.

Materi Pelatihan: Dari Teknik Dasar hingga Strategi Tembus Jurnal

Para peserta menerima penguatan materi yang mencakup teknik penulisan karya ilmiah, strategi publikasi, hingga penyusunan artikel sesuai kaidah akademik. Pendampingan tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi diarahkan agar guru mampu menghasilkan karya yang siap dipublikasikan di jurnal ilmiah atau forum akademik.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Dosen PPG Universitas PGRI Palembang, Assoc. Prof. Dr. Achmad Wahidy, M.Pd., menyebut pendampingan ini dirancang untuk memastikan guru tidak sekadar memahami teori, tetapi juga memproduksi tulisan yang layak terbit.

Sinergi Lintas Lembaga untuk Budaya Akademik

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Ketua III PGRI Provinsi Sumatera Selatan, Assoc. Prof. Dr. Dessy Wardiah, M.Pd., Bendahara PGRI Provinsi Sumatera Selatan, Dr. Hetilaniar, M.Pd., serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Ilir dan jajaran pengurus PGRI setempat.

Kolaborasi yang melibatkan pemerintah daerah, organisasi profesi, dan perguruan tinggi ini diharapkan menjadi model pembinaan guru yang berkelanjutan. Target utamanya jelas: menciptakan pendidik yang profesional, produktif, dan inovatif dalam membangun iklim akademik di sekolah-sekolah Sumatera Selatan.

Reporter: Ferdian Syah
Sumber: sumselmedia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top