Mahasiswa Tridinanti Palembang Ditemukan Meninggal di Rumah, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan

Penulis: Khairul Anwar  •  Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:40:01 WIB
Polisi memeriksa lokasi penemuan jenazah mahasiswa Universitas Tridinanti Palembang di rumahnya, Senin (10/8/2026).

PALEMBANG — Peristiwa duka menyelimuti keluarga mahasiswa Universitas Tridinanti Palembang berinisial Rn (22) yang ditemukan tidak bernyawa di rumahnya, Senin (10/8/2026). Jasad korban pertama kali diketahui oleh ibu kandungnya, LA, yang baru pulang dari aktivitas mengajar.

Saat tiba di rumah, LA mendapati anaknya sudah dalam kondisi meninggal dunia di dekat pintu kamar. Kaget melihat kejadian itu, LA langsung berteriak meminta pertolongan hingga didengar oleh tetangga sekitar.

Ibu Korban Sempat Berteriak Minta Tolong

Teriakan LA membuat sejumlah tetangga bergegas keluar rumah dan mendatangi lokasi. Mereka kemudian membantu mengevakuasi jenazah korban sebelum melaporkan kejadian tersebut ke ketua RT dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Talang Kelapa.

"Saya mendengar teriakan. Langsung keluar rumah, kemudian melihat korban sudah dalam kondisi seperti itu. Bersama ibunya, korban kemudian kami turunkan dan selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada ketua RT dan Bhabinkamtibmas," ujar tetangga korban.

Polisi Periksa TKP dan Kumpulkan Keterangan Saksi

Personel piket fungsi Polsek Sukarami yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga meminta keterangan sejumlah saksi serta mengevakuasi jenazah korban.

Kapolsek Sukarami Palembang Kompol Alek Andriyan membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengonfirmasi bahwa korban adalah seorang mahasiswa laki-laki berusia 22 tahun.

"Benar, ada seorang mahasiswa laki-laki yang ditemukan meninggal dunia di rumahnya," ungkap Kompol Alek, Selasa (11/8/2026) pagi.

Keluarga Tolak Autopsi, Polisi Dalami Keterangan Ibu

Dari pemeriksaan awal di lokasi kejadian, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga juga telah membuat surat pernyataan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah.

Polisi masih mendalami keterangan saksi dan fakta yang ditemukan di lokasi untuk memastikan rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Berdasarkan keterangan ibu korban, beberapa hari sebelum kejadian, Rn sempat bercerita mengenai persoalan yang dihadapinya dalam perkuliahan. "Beberapa hari sebelumnya korban sempat bercerita mengenai ujian, tugas atau skripsi yang harus diulang atau menjalani HER di kampusnya," jelas Kompol Alek.

Peristiwa ini menjadi duka mendalam bagi keluarga korban. Polisi mengimbau masyarakat yang menghadapi persoalan berat agar tidak memendam masalah seorang diri dan segera mencari dukungan dari keluarga, orang terdekat maupun tenaga profesional.

Reporter: Khairul Anwar
Sumber: sumselupdate.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top