KAYUAGUNG — Ribuan meter persegi lahan kosong di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) kini berubah total menjadi kompleks sekolah berasrama. Sebanyak 184 siswa dari keluarga kurang mampu telah tercatat sebagai angkatan pertama dan tengah menjalani masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) pada Selasa ini.
Bupati OKI Muchendi Mahzareki menyebutkan, kehadiran sekolah ini merupakan jawaban nyata atas amanah program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto. "Keberadaan sekolah ini adalah wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan hak pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan," ujarnya di OKI, Selasa.
Tidak sekadar ruang kelas, kompleks pendidikan ini dirancang sebagai kawasan terpadu. Para siswa yang tinggal di asrama akan menempuh pendidikan dari tingkat dasar hingga menengah atas tanpa biaya.
Sejumlah fasilitas penunjang telah disiapkan untuk menunjang kegiatan belajar dan kehidupan sehari-hari siswa. Di antaranya kantin, laboratorium komputer, perpustakaan, hingga lapangan olahraga yang memadai.
Di hadapan para siswa, Muchendi menitipkan pesan agar kesempatan belajar ini tidak disia-siakan. Ia mendorong para pelajar untuk serius menuntut ilmu demi mengubah garis hidup keluarga.
"Belajar dengan sungguh-sungguh, karena kalian merupakan tongkat estafet pemimpin masa depan bangsa," katanya memberi semangat.
Menurutnya, pendidikan adalah satu-satunya jalan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk keluar dari jerat kemiskinan dan membawa perubahan ekonomi bagi orang tua di rumah.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 OKI Devi Mardianti menegaskan, fasilitas yang ada dirancang ramah anak. Desain ini bertujuan mendukung pengembangan akademik sekaligus pembentukan karakter siswa yang tinggal jauh dari orang tua.
Untuk memastikan operasional sekolah berjalan lancar, pihaknya melakukan koordinasi lintas sektor. Sejumlah instansi seperti Kementerian Sosial, Dinas Sosial, PLN, PDAM, hingga Dinas Kesehatan dilibatkan dalam pengelolaan kebutuhan dasar para siswa.
"Kami berkomitmen menjadikan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 OKI sebagai sekolah unggulan dan rujukan sekolah berasrama yang memberikan layanan pendidikan bermutu," kata Devi.
Peresmian sekolah ini sendiri telah dilakukan pada Senin (10/8), sehari sebelum MPLS dimulai. Dengan beroperasinya sekolah ini, pemerintah daerah berharap angka partisipasi sekolah di OKI meningkat signifikan, terutama bagi anak-anak dari keluarga yang selama ini terkendala biaya.