APHI Tinjau Firebase Sungai Baung di OKI Jelang Puncak Kemarau 2026, Water Bombing Jadi Andalan

Penulis: Ferdian Syah  •  Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:24:31 WIB
Ratusan personel gabungan dari berbagai instansi dikerahkan untuk memadamkan kebakaran lahan di perkebunan kelapa sawit PT Bintang Harapan Palma (BHP) di OKI.

PALEMBANG — Operasi pemadaman karhutla di OKI kini mengandalkan teknologi pemantauan 24 jam dan dukungan armada udara. Ketua APHI Komisariat Daerah Sumsel, Iwan Setiawan, menyebut Firebase Sungai Baung menjadi pusat komando yang mengoordinasikan data real-time untuk mempercepat keputusan di lapangan.

Firebase tersebut dikelola perusahaan anggota APHI yang bermitra dengan APP Group, yakni PT Bumi Mekar Hijau (BMH), PT Bumi Andalas Permai (BAP), dan PT Sebangun Bumi Andalas Wood Industries (SBA WI).

Kolaborasi Lintas Instansi dalam Pemadaman Kebakaran

Soewarso menegaskan pencegahan karhutla tidak bisa berjalan sendiri. Menurutnya, kebakaran harus dideteksi dan ditangani sedini mungkin sebelum api meluas ke area lain.

"Kolaborasi lintas pihak diperlukan agar kebakaran dapat dideteksi dan ditangani sedini mungkin sebelum meluas," ujarnya dalam rilis yang diterima di Palembang, Selasa.

Sejak Mei 2026, mitra APP Group di OKI tercatat aktif membantu pemadaman di luar konsesi. Pada awal Agustus, tim gabungan kembali dikerahkan untuk memadamkan api di perkebunan kelapa sawit PT Bintang Harapan Palma (BHP) yang berbatasan langsung dengan wilayah PT BMH.

Ratusan Personel dan 7 Helikopter Dikerahkan

Operasi pemadaman di PT BHP melibatkan ratusan personel gabungan. Mereka berasal dari PT BMH, PT BAP, PT SBA WI, Manggala Agni, TNI, Polri, dan BPBD.

Dukungan armada udara cukup masif. Lima helikopter APP Group dan dua helikopter BPBD dikerahkan untuk water bombing. Di darat, sebanyak 20 ekskavator dan 10 kendaraan operasional disiagakan, plus pemanfaatan sekat kanal untuk menjaga ketersediaan air.

Api Berulang di Area Gambut PT BHP

Soewarso menyoroti kebakaran yang kerap terjadi di areal gambut PT BHP. Ia menilai perlu ada tata kelola baru yang terpadu di Areal Penggunaan Lain (APL) sekitar konsesi Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH).

Fire Operation Management Head PT BAP, Panji Bintoro, menambahkan pemantauan dilakukan dengan citra satelit, Automatic Weather Station (AWS), dan Fire Danger Rating System (FDRS).

Pihaknya juga memakai pesawat nirawak berteknologi termal dan kecerdasan buatan dengan jangkauan deteksi hingga tujuh kilometer. Patroli bersama TNI dan sosialisasi ke desa-desa sekitar turut diperkuat untuk mencegah titik api muncul.

Reporter: Ferdian Syah
Sumber: sumsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top