PALEMBANG — Ancaman kekeringan berkepanjangan kini membayangi Sumatera Selatan. BMKG memastikan fenomena El Nino yang berstatus kuat akan terus mengeringkan wilayah ini setidaknya hingga puncak musim kemarau tiba, yakni pada Agustus hingga September 2026.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis, menyebut kondisi iklim saat ini tidak hanya dipengaruhi El Nino. Fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) yang mulai menguat turut memperparah keadaan dengan mengurangi pasokan uap air ke wilayah Sumatera.
Dampak gabungan dua fenomena global itu sudah mulai terasa sejak Juni lalu. Wandayantolis menjelaskan, kondisi kering semakin terasa memasuki Juli hingga awal Agustus, seiring berkurangnya curah hujan yang biasanya turun di wilayah Sumsel.
"Kondisi iklim saat ini turut dipengaruhi fenomena El Nino yang berpotensi berkembang menjadi sangat kuat," ujarnya di Palembang, Selasa (11/8).
Meski Sumsel tengah dilanda kekeringan, potensi hujan ringan tetap ada di sejumlah kota besar Indonesia. Berdasarkan laporan BMKG yang dikutip di Jakarta, prakirawan Miftah Ali menerangkan adanya daerah konvergensi yang memanjang di beberapa wilayah, termasuk pesisir barat Sumatera Utara dan Riau.
Kondisi konvergensi tersebut mampu memicu pertumbuhan awan hujan. Namun, untuk wilayah Sumatera bagian selatan, termasuk Palembang dan Pangkal Pinang, prakiraan cuaca hari ini hanya menunjukkan kondisi berawan tanpa potensi hujan signifikan.
BMKG mencatat titik-titik konvergensi atau pertemuan angin yang memicu hujan kali ini berada di lokasi yang jauh dari Sumsel. Beberapa di antaranya memanjang di Samudra Hindia Selatan, Jawa Timur, Laut Sawu, hingga Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
Akibatnya, kota-kota besar seperti Medan, Padang, Tanjung Selor, Ambon, dan Jayapura berpotensi mengalami hujan ringan pada hari ini. Sementara itu, wilayah Banda Aceh, Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, dan Pangkal Pinang diprakirakan hanya berawan.
Dengan kondisi yang semakin kering, risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumsel menjadi perhatian serius. Masyarakat diimbau tidak membakar lahan sembarangan, mengingat musim kemarau tahun ini diprediksi lebih kering dari biasanya akibat kombinasi El Nino dan IOD.
BMKG akan terus memantau perkembangan kondisi atmosfer dan memberikan pembaruan informasi secara berkala. Warga dapat mengakses laman resmi BMKG untuk mendapatkan prakiraan cuaca terkini di wilayah masing-masing.