PALEMBANG — Sehari sebelum penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0418/Palembang, personel Satgas masih terlihat bergotong royong di Mushola Baitul Maghfurin. Berbagai pekerjaan akhir diselesaikan, mulai dari pengecatan, penyempurnaan bagian bangunan, hingga pembersihan area sekitar mushola.
Saluran air dan fasilitas pendukung lainnya juga dicek untuk memastikan kawasan tersebut tertata dan nyaman digunakan. Langkah ini diambil agar bangunan yang telah dikerjakan selama program TMMD benar-benar siap dimanfaatkan masyarakat.
Keberadaan mushola ini diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas ibadah. Dansatgas TMMD Ke-129, Kolonel Arh Erik Novianto, mengatakan pembangunan fasilitas umum seperti ini memiliki nilai penting untuk mendukung aktivitas masyarakat sekaligus mempererat kebersamaan warga.
“Kita ingin mushola ini nantinya benar-benar bisa dimanfaatkan masyarakat dengan nyaman. Karena itu, finishing dan pembersihan terus kita lakukan menjelang penutupan,” kata Erik dalam keterangannya, Selasa (12/11/2024).
Proses pembangunan yang melibatkan personel Satgas dan warga menjadi gambaran nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Semangat gotong royong yang terbangun selama pengerjaan diharapkan terus berlanjut setelah program TMMD selesai.
“Yang paling penting, fasilitas ini dapat dirawat dan dimanfaatkan bersama. Semangat kebersamaan yang sudah terbangun selama TMMD diharapkan tetap dijaga oleh masyarakat,” ujarnya.
H-1 penutupan ini menjadi momentum bagi Satgas Kodim 0418/Palembang untuk memastikan seluruh sasaran pembangunan telah dipersiapkan secara maksimal. Mushola Baitul Maghfurin diharapkan menjadi warisan kebersamaan yang terus memberikan manfaat bagi warga.