SUMATERA SELATAN — Elnusa tidak hanya mengandalkan peralatan lama. Sejak 2005, perusahaan telah memutakhirkan teknologi akuisisi data secara bertahap—mulai dari sistem Sercel 428 XL berkapasitas 20.000 channel, kemudian RT 2 Wireless Seismic System pada 2015, hingga adopsi SmartSolo untuk survei remote pada 2021. Kini, penambahan 25.000 channel node STRYDE menjadi lompatan terbesar dalam satu dekade terakhir.
Untuk memetakan struktur bawah permukaan, Elnusa mengoperasikan armada yang mencakup land seismic, marine seismic, hingga Ocean Bottom Nodes. Di darat, perusahaan memiliki 9 unit Vibroseis dan lebih dari 250 set seismic drilling. Sementara untuk survei laut, satu kapal seismik khusus disiagakan.
Yang menarik, perusahaan juga mengembangkan sumber getar ramah lingkungan bernama MiniVibro. Alat buatan anak bangsa ini berbobot ringkas dengan kapasitas getar hingga 4.000 lbs, dirancang untuk survei geohazard di area urban atau tambang yang sulit dijangkau alat konvensional.
Teknologi getar Elnusa tidak berhenti untuk eksplorasi. Metode Vibroseismic EOR kini digunakan untuk mendorong peningkatan produksi minyak dari sumur-sumur tua, dengan mempertimbangkan aspek lingkungan. Ini menjadi nilai tambah di tengah tekanan industri untuk menekan emisi karbon.
Corporate Secretary Elnusa, Rustam Aji, menegaskan bahwa inovasi harus didukung ekosistem operasional yang siap. "Kami terus mengembangkan kapabilitas teknologi sekaligus memastikan kesiapan ekosistem pendukungnya, mulai dari expertise, equipment, pengelolaan material hingga mobilisasi ke lokasi operasi," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (13/8).
Untuk menunjang mobilisasi alat berat ke pelosok, Elnusa mengandalkan warehouse seluas 4.505 meter persegi di BSD, Tangerang. Fasilitas ini mengelola inventaris, perawatan alat, hingga pendistribusian material ke seluruh lokasi kerja di Indonesia.
Selain itu, fungsi Asset Reliability & Productivity diterapkan untuk memastikan setiap unit seismic drilling dan sistem akuisisi memenuhi standar teknis dan keselamatan. Pendekatan ini mencakup pemeliharaan prediktif dan condition monitoring agar risiko kegagalan alat di lapangan bisa ditekan.
Penguatan kapabilitas Geoscience & Reservoir Services ini menjadi bagian dari tema "Rediscover Technology and Innovation Edge". Bagi industri hulu migas nasional, langkah Elnusa berarti kepastian kualitas data untuk pengambilan keputusan eksplorasi—faktor krusial di tengah target produksi minyak 1 juta barel per hari yang dikejar pemerintah.