PALEMBANG — Sebanyak 28 ekor gajah Sumatera yang terdiri dari 14 jantan dan 14 betina kini menghuni PLG Juar di Suaka Margasatwa Padang Sugihan. Keberadaan mereka menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya bagi negara tetapi juga korporasi yang beroperasi di wilayah Sumatera Selatan.
Kilang Plaju menjadi salah satu pihak yang konsisten mengambil peran tersebut. Melalui sinergi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan, dukungan terhadap pusat konservasi terus diperbarui sejak enam tahun terakhir.
Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Plaju, Siti Fauzia, menyampaikan bahwa komitmen perusahaan terhadap pelestarian gajah Sumatera tidak berhenti pada seremonial belaka. Dukungan yang diberikan menyentuh aspek operasional konservasi sehari-hari.
"Menjaga gajah bukan hanya tentang melindungi satu jenis satwa, tetapi juga tentang menjaga keseimbangan alam dan ruang hidupnya. Dukungan yang telah dilakukan Kilang Plaju menjadi bagian dari komitmen kami untuk ikut mengambil peran dalam menjaga kekayaan alam Sumatera Selatan," ujar Siti.
Beberapa sektor yang menjadi fokus pendampingan meliputi pengelolaan dan kesehatan gajah, pelatihan kapasitas mahout atau pawang gajah, serta dukungan sarana prasarana penunjang aktivitas di kawasan PLG.
Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) merupakan subspesies yang masuk kategori kritis atau critically endangered menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN). Populasinya di alam liar terus tertekan oleh alih fungsi lahan dan konflik dengan manusia.
Keberadaan PLG Juar di Padang Sugihan menjadi salah satu benteng terakhir upaya penyelamatan satwa dilindungi ini di Sumatera Selatan. Tanpa dukungan pendanaan dan operasional yang memadai, perawatan puluhan gajah yang membutuhkan pakan dalam jumlah besar setiap harinya akan menjadi beban berat bagi BKSDA.
Keterlibatan Badan Usaha Milik Negara seperti Kilang Plaju dalam isu lingkungan menjadi contoh kolaborasi lintas sektor yang dibutuhkan untuk menangani krisis keanekaragaman hayati. Pendekatan ini selaras dengan target pemerintah dalam menekan laju kepunahan spesies endemik.
Peringatan Hari Gajah Sedunia yang digaungkan Kilang Plaju tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi momentum tahunan, tetapi juga pengingat bahwa kelestarian ekosistem Sumatera membutuhkan aksi nyata dari semua elemen, bukan sekadar wacana.