PALEMBANG — Wali Kota Ratu Dewa bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengikuti jalannya Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPD RI dan DPR RI Tahun 2026 secara virtual. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Palembang, menandai peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Dalam pidato kenegaraan yang disiarkan dari Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, Presiden Prabowo memaparkan capaian pemerintah selama 21 bulan berjalan. Sebanyak 121 kebijakan transformatif disebut telah dijalankan untuk menjawab persoalan bangsa, mulai dari ketahanan pangan hingga penciptaan lapangan kerja.
Ratu Dewa menyoroti sejumlah arah kebijakan yang menjadi prioritas nasional. Penguatan kemandirian pangan dan energi menjadi perhatian utama, di mana pemerintah mengklaim telah mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan strategis.
Di sektor pertanian, Presiden Prabowo juga mengumumkan penurunan harga pupuk sebesar 20 persen. Kebijakan ini disebut sebagai hasil penyederhanaan regulasi penyaluran pupuk yang selama ini menjadi keluhan petani di berbagai daerah, termasuk Sumatera Selatan.
Selain itu, hilirisasi sumber daya alam dan penguatan ekonomi nasional ditekankan sebagai kunci transformasi. Pemerintah menilai pertumbuhan ekonomi harus berdampak langsung pada peningkatan pendapatan masyarakat dan pemerataan kesejahteraan, bukan sekadar angka statistik.
Menanggapi arahan tersebut, Pemkot Palembang menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh program-program nasional. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dinilai krusial agar kebijakan yang dirancang di Jakarta dapat memberikan manfaat nyata bagi warga Palembang.
Langkah penyelarasan akan difokuskan pada program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat. Hal ini mencakup stabilitas harga pangan, perluasan lapangan kerja, serta penguatan industri lokal yang mendukung hilirisasi.
Di tengah agenda kenegaraan tersebut, Ratu Dewa mengajak seluruh elemen masyarakat Palembang memaknai peringatan kemerdekaan sebagai momentum penguatan rasa cinta Tanah Air. Semangat nasionalisme diharapkan tidak berhenti pada perayaan seremonial semata.
Ia mendorong warga untuk mengisi kemerdekaan dengan kontribusi nyata. Bentuknya bisa melalui kepedulian terhadap lingkungan, semangat gotong royong, kedisiplinan, serta partisipasi aktif dalam pembangunan kota.
"Momentum ini mengingatkan kita semua bahwa kemerdekaan harus diisi dengan kerja dan kontribusi positif bagi bangsa," ujarnya. Ajakan ini disampaikan di tengah harapan agar pembangunan di Palembang berjalan seiring dengan akselerasi nasional yang digaungkan pemerintah pusat.