MUARA ENIM — Api yang melalap lahan perkebunan kelapa sawit seluas 4 hektare di Desa Muara Harapan akhirnya berhasil dipadamkan. Kepala BPBD Muara Enim, Abdurrozieq Putra, membenarkan bahwa karhutla tersebut sudah tidak ada lagi titik api sejak Rabu malam.
"Karhutla di Desa Muara Harapan sudah padam sejak tadi malam," katanya saat dihubungi dari Palembang, Kamis.
Hingga saat ini, penyebab pasti munculnya api di area perkebunan kelapa sawit milik warga tersebut masih belum diketahui. Tim gabungan di lapangan belum menemukan tanda-tanda awal yang memicu kebakaran, namun dugaan sementara mengarah pada aktivitas manusia.
BPBD tidak menampik kemungkinan karhutla dipicu oleh kelalaian, seperti membuang puntung rokok di lahan kering atau oknum yang sengaja membuka lahan dengan cara dibakar.
Proses pemadaman melibatkan personel gabungan dari BPBD Posko Induk, Dinas Damkar, TNI, Polri, serta dibantu masyarakat sekitar. Mereka dikerahkan dengan membawa peralatan lengkap untuk memutus rantai api di tengah kondisi lahan yang kering.
Sebanyak dua unit mobil pemadam kebakaran, dua unit mesin nozel, dan lima rol selang machino diterjunkan ke titik lokasi untuk mempercepat proses pendinginan lahan.
Menyusul padamnya api, Abdurrozieq mengingatkan kembali larangan membuka lahan dengan cara dibakar. Praktik tersebut dinilai sangat berisiko memicu karhutla yang lebih luas, terutama di musim kemarau.
"Masyarakat juga kami minta untuk tidak membuang puntung rokok di sembarang tempat, terutama di lahan kering yang mudah terbakar," tegas dia.
Ia berharap kejadian serupa tidak terulang kembali di wilayah Muara Enim. Peran aktif warga dalam menjaga lingkungan dinilai krusial untuk mencegah bencana asap yang berdampak pada kesehatan dan aktivitas sehari-hari.