SUMATERA SELATAN — Mengutip laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam hari ini dipatok di level Rp 2.677.000 per gram, naik tipis dari posisi perdagangan sebelumnya yang berada di angka Rp 2.675.000 per gram. Kenaikan ini menjadi catatan tersendiri karena terjadi di momen spesial perayaan kemerdekaan.
Sementara itu, harga buyback atau nilai yang diterima pemilik emas saat menjual kembali logam mulianya ke Antam, justru melesat lebih tinggi. Hari ini, harga buyback berada di posisi Rp 2.530.000 per gram, menguat Rp 5.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya. Selisih antara harga jual dan buyback ini merupakan margin yang menjadi bagian dari bisnis Antam.
Meski menguat, harga emas saat ini masih jauh dari rekor tertingginya. Pada Kamis (29/1/2026) lalu, harga emas Antam sempat menyentuh level tertinggi sepanjang sejarah di angka Rp 3.168.000 per gram, dengan harga buyback di posisi Rp 2.989.000 per gram.
Untuk konsumen yang ingin membeli dalam pecahan kecil maupun besar, berikut rincian harga emas batangan Antam hari ini:
Seluruh harga tersebut mengacu pada situs resmi Logam Mulia, unit bisnis PT Aneka Tambang Tbk, dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar.
Penguatan harga emas sepanjang pekan lalu ditopang oleh meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September. Data inflasi tingkat konsumen (CPI) Juli AS yang sesuai prediksi, kemudian diikuti data penjualan ritel yang turun tak terduga sebesar 0,6%, memperkuat keyakinan pasar bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga.
Kondisi ini menjadi angin segar bagi emas. Suku bunga yang rendah cenderung meningkatkan daya tarik aset tanpa imbal hasil seperti logam mulia. Harga emas spot terakhir berada di level US$ 4.376,82 per troy ounce, naik 0,84% sepanjang pekan.
Survei Kitco News menunjukkan optimisme kuat dari para analis Wall Street. Sebanyak 90% dari 10 analis yang disurvei memperkirakan harga emas akan kembali naik pekan ini. Adam Button, Head of Currency Strategy di investingLive, menilai emas masih punya ruang menguat jika mampu bertahan di atas level US$ 4.300.
"Jika emas mampu bertahan di atas US$4.300, saya pikir Anda akan merasa cukup baik. Pergerakan harga hari ini merupakan sinyal terbaik sejauh pekan ini," kata Button.
Namun, tidak semua analis sependapat. Daniel Pavilonis dari StoneX Group mengingatkan bahwa emas masih membutuhkan katalis baru untuk melanjutkan kenaikan signifikan. Menurutnya, data ekonomi AS belum cukup kuat untuk mendorong emas mencetak rekor baru, dan ia juga mewaspadai potensi koreksi teknikal.
"Kita membutuhkan eskalasi geopolitik, semacam situasi konflik yang dapat mendorong permintaan emas," ujar Pavilonis.
Pekan ini, pergerakan emas akan dipengaruhi sejumlah data ekonomi AS, termasuk risalah rapat FOMC 28-29 Juli yang dinanti pelaku pasar untuk membaca arah kebijakan suku bunga ke depan.