PALEMBANG — Kepastian itu disampaikan bertepatan dengan kembalinya rute penerbangan langsung Palembang-Bandung yang dilayani Citilink Indonesia mulai Selasa (18/8/2026). Penerbangan perdana dengan nomor QG 842 berangkat dari Palembang pukul 06.10 WIB mengangkut 131 penumpang, sementara rute sebaliknya dari Bandung dijadwalkan berangkat pukul 09.00 WIB membawa 122 penumpang.
General Manager Bandara SMB II Palembang, Ahmad Syaugi Shahab, menyebut antusiasme warga terhadap rute tanpa transit ini sangat tinggi. Ia menilai kebutuhan akses langsung antara Sumatera Selatan dan Jawa Barat memang sudah lama dinantikan.
"Kami sangat mengapresiasi Citilink yang kembali membuka rute Palembang-Bandung. Animo masyarakat terlihat sangat tinggi pada penerbangan perdana hari ini. Ini menjadi bukti bahwa kebutuhan masyarakat akan akses langsung antar dua kota besar ini memang sangat besar," ujar Ahmad Syaugi.
Menurut Ahmad Syaugi, kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Palembang dapat menyebabkan perubahan jarak pandang secara dinamis. Kondisi atmosfer ini menjadi salah satu faktor utama yang diperhatikan dalam setiap pengambilan keputusan operasional.
Pihak bandara bersama maskapai terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan cuaca dan jarak pandang. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh aktivitas penerbangan tetap mengacu pada standar keselamatan yang berlaku.
Meski diselimuti kabut asap, penerbangan perdana Citilink tetap diberangkatkan sesuai jadwal. Hal tersebut menunjukkan bahwa kondisi operasional di Bandara SMB II pada saat penerbangan berlangsung masih memenuhi persyaratan untuk penerbangan yang aman.
Dibukanya kembali rute langsung Palembang-Bandung dinilai memberikan dampak positif bagi mobilitas masyarakat. Ahmad Syaugi berharap konektivitas udara ini tidak hanya memudahkan perjalanan, tetapi juga mendorong pertumbuhan di sektor ekonomi, pariwisata, bisnis, dan pendidikan.
Kehadiran penerbangan tanpa transit ini menjadi alternatif bagi warga Sumatera Selatan yang sebelumnya harus terbang dengan satu kali persinggahan untuk mencapai Bandung. Rute ini diharapkan mempererat hubungan antar dua provinsi yang sama-sama memiliki potensi besar di berbagai bidang.