SUMATERA SELATAN — Keputusan mengejutkan datang dari pelatih asal Brasil tersebut dengan mencoret salah satu pemain langganan timnas. Berdasarkan daftar yang dirilis akun resmi PBVSI, komposisi pemain kini didominasi wajah-wajah baru di sektor penyerang, dengan hanya menyisakan beberapa nama senior sebagai tulang punggung tim.
Perombakan paling mencolok terjadi di posisi opposite hitter. Khanza Putri Yansi resmi masuk menggantikan Syelomitha, sebuah sinyal bahwa Sugiyama ingin mencoba variasi serangan baru dari sisi kanan. Arsela Nuari tetap menjadi andalan utama di posisi tersebut.
Sementara itu, lini outside hitter diisi lima nama: Mediol Yoku, Azzahra Dwi Febynae, Ersandrina Devega, Venisa Dwi Oktaviani, dan Tina Syifa. Banyaknya opsi di posisi ini mengindikasikan fleksibilitas rotasi yang akan dimainkan Indonesia saat menghadapi tim-tim kuat Asia.
Untuk mengatur serangan, pelatih mempercayakan posisi setter kepada Arneta Putri dan Shakira Ayu. Keduanya dituntut membangun ritme cepat dengan para spiker baru yang mayoritas masih berusia muda.
Di sektor pertahanan, trio middle blocker Chelsea Berliana Nurtomo, Maradanti Namira, dan Geofanny Eka siap menjadi tembok di depan net. Sedangkan posisi libero dijaga ketat oleh Indah Guretno dan Fajriahni Ema Herawati sebagai lapisan terakhir pertahanan.
Turnamen di Tianjin bukan sekadar ajang bergengsi tahunan. Hasil di AVC Championship 2026 akan menentukan tiket Indonesia menuju Piala Dunia Voli Wanita 2027 dan Olimpiade Los Angeles 2028.
Dengan skuad yang dirombak besar-besaran, Sugiyama tampaknya lebih memilih membangun pengalaman bertanding bagi pemain muda di ajang sebesar ini. Langkah ini dinilai berisiko, namun bisa menjadi investasi jangka panjang bagi regenerasi timnas voli putri Indonesia yang selama ini kesulitan menembus papan atas Asia.
Berikut susunan pemain yang akan terbang ke China akhir Agustus nanti:
Indonesia dijadwalkan memulai fase grup pada 21 Agustus 2026. Publik voli tanah air menantikan apakah racikan baru Sugiyama mampu membawa Merah Putih bersaing dengan raksasa Asia seperti China, Jepang, dan Thailand di turnamen ini.