Tim Satgas Karhutla mengerahkan helikopter water bombing untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 20 hektare di Desa Suka Maju, Kecamatan Sungai Rotan, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Kebakaran yang melanda lahan milik warga ini terjadi sejak Rabu (19/8) pukul 23.30 WIB dan masih menyisakan asap tebal hingga Jumat.
MUARA ENIM — Bantuan satu unit helikopter water bombing dari BPBD Sumatera Selatan diterjunkan untuk menjinakkan api di lahan warga yang terbakar di Desa Suka Maju, Kecamatan Sungai Rotan. Langkah ini diambil setelah pemadaman dari jalur darat pada hari pertama hanya mampu menguasai 0,5 hektare dari total area terdampak yang mencapai 20 hektare.
Kepala Pelaksana BPBD Muara Enim, Abdurrozieq Putra, menyebutkan titik api mulai terdeteksi pada Rabu malam dan hingga saat ini lokasi kejadian masih mengeluarkan asap. "Pemadaman hari pertama pada Kamis (20/8) tercatat baru 0,5 Ha yang berhasil dipadamkan," katanya saat dihubungi dari Palembang, Jumat.
Pemadaman pada Jumat (21/8) melibatkan tim gabungan yang lebih besar. Personel dari BPBD Posko Sungai Rotan dan Posko Gelumbang, TNI, Polri, Manggala Agni, serta perangkat desa diterjunkan bersama warga setempat untuk mempercepat proses pendinginan lahan.
Untuk operasi darat, tim membawa perlengkapan berat berupa lima unit kendaraan roda dua yang dimodifikasi, satu mobil suplai air, dan satu unit mobil pemadam kebakaran. Selain itu, tiga set mesin jinjing, 11 roll selang machino, dan 10 buah pompa gendong juga disiagakan di lokasi untuk memastikan pasokan air tidak terputus.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti terbakarnya lahan milik masyarakat tersebut belum diketahui. Abdurrozieq belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai dugaan awal sumber api, mengingat fokus tim saat ini masih pada upaya pemadaman total.
Dengan dukungan penuh dari jalur udara dan darat, ia optimistis api dapat segera dipadamkan secara menyeluruh. "Mudah-mudahan dengan bantuan ini, pemadaman dapat dilakukan dengan tuntas untuk memastikan tidak ada lagi titik api di Sungai Rotan," ujarnya.
Operasi pemadaman ini menjadi perhatian serius mengingat Sumatera Selatan merupakan salah satu provinsi yang rawan karhutla, terutama saat musim kemarau. BPBD Muara Enim memastikan akan terus memantau titik-titik panas di wilayah tersebut untuk mencegah meluasnya kebakaran.