PALEMBANG — Kabut asap yang terpantau cukup tebal menyelimuti langit Kota Palembang sejak pagi hari tidak mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II). Berdasarkan pemantauan hingga pukul 11.00 WIB, jarak pandang di sekitar bandara masih berada di angka 3.000 meter, angka yang dinilai cukup untuk mendukung proses lepas landas dan pendaratan pesawat.
Manajemen bandara memastikan seluruh aktivitas penerbangan, baik keberangkatan maupun kedatangan, masih berjalan sesuai jadwal. Penumpang pun dapat dilayani tepat waktu meski kondisi cuaca tengah diselimuti asap.
Jarak pandang menjadi salah satu faktor krusial dalam kelancaran operasional penerbangan. Namun, angka visibility 3.000 meter dinilai masih berada di atas ambang batas minimum yang dipersyaratkan untuk prosedur take off dan landing.
Dengan kondisi tersebut, aktivitas pesawat masih dapat dilaksanakan sesuai prosedur operasional dan standar keselamatan penerbangan yang berlaku. Pihak bandara menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama.
General Manager Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Ahmad Shaugi Shabab, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan cuaca dan jarak pandang secara berkala. Pemantauan ini dilakukan bersama-sama dengan berbagai pemangku kepentingan terkait.
“Meski kondisi kabut asap hari ini cukup tebal, sejauh ini tidak memengaruhi jadwal penerbangan. Seluruh penerbangan berangkat dan tiba masih tepat waktu. Keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama kami,” ujarnya.
Koordinasi yang melibatkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), AirNav Indonesia, serta seluruh maskapai yang beroperasi di Bandara SMB II ini dilakukan untuk memastikan respons cepat apabila kondisi jarak pandang memburuk secara signifikan.
Fenomena kabut asap yang melanda Palembang dan sejumlah wilayah di Sumatera Selatan ini biasanya dipicu oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di beberapa titik. Kondisi ini kerap kali menurunkan kualitas udara dan jarak pandang di wilayah tersebut.
Meski operasional penerbangan masih aman, warga diimbau untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Kualitas udara yang memburuk akibat kabut asap dapat berdampak buruk bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan mereka yang memiliki gangguan pernapasan.
Pihak bandara berjanji akan terus menginformasikan perkembangan terkini kepada publik apabila terjadi perubahan status operasional penerbangan. Hingga berita ini diturunkan, seluruh jadwal penerbangan di Bandara SMB II masih dinyatakan normal dan on schedule.