PALEMBANG — Kualitas udara di Kota Palembang kembali memburuk sejak Sabtu (22/8/2026) malam hingga Minggu dini hari. Lima titik pemantauan yang terekam dalam aplikasi IQAir seluruhnya berada di kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat, dengan polutan utama PM2.5 mencapai konsentrasi 123 mikrogram per meter kubik.
Indeks rata-rata Kota Palembang tercatat 198 US AQI+ atau masuk kategori Tidak Sehat. Angka ini hampir menyentuh ambang batas level sangat tidak sehat yang dimulai dari 201 US AQI+.
Dua lokasi pemantauan mencatat indeks tertinggi. Titik Demang Lebar Daun berada di angka 252 US AQI+, disusul Palembang Bukit Kecil dengan 208 US AQI+. Keduanya masuk kategori Sangat Tidak Sehat.
Tiga titik lainnya masih berada di level Tidak Sehat, yakni GP_PLM dengan 189 US AQI+, Sukarami 187 US AQI+, dan Musi 2 Palembang 184 US AQI+.
Data tersebut menunjukkan kualitas udara di Palembang tidak seragam di setiap wilayah. Namun, seluruh titik yang terpantau sama-sama berada di atas ambang batas sehat.
IQAir mencantumkan adanya peringatan kebakaran hutan di sekitar Sumatera Selatan dalam data pemantauannya. Kondisi ini disebut menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai, kendati hubungan langsung antara sumber kebakaran tertentu dengan angka di masing-masing stasiun masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.
Data yang ditampilkan bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti kondisi cuaca, arah angin, konsentrasi polutan, serta sumber emisi di sekitar lokasi pemantauan. Karena itu, angka yang tercantum merupakan hasil pemantauan pada waktu tertentu, bukan gambaran permanen sepanjang hari.
Masyarakat dapat memantau perkembangan kualitas udara secara mandiri melalui situs web dan aplikasi IQAir AirVisual yang bisa diakses lewat telepon seluler. Platform ini menyediakan informasi indeks kualitas udara (AQI), konsentrasi PM2.5, polutan utama, hingga prakiraan kondisi udara dari waktu ke waktu.
Informasi tersebut dapat menjadi referensi sebelum warga beraktivitas di luar ruangan. Selain memanfaatkan aplikasi, warga disarankan tetap memperhatikan imbauan instansi pemerintah terkait sebagai pembanding, terutama ketika terjadi peningkatan asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
Dengan kondisi udara yang berada di level tidak sehat hingga sangat tidak sehat, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan. Anak-anak dan lanjut usia menjadi kelompok yang paling rentan terdampak polusi udara sehingga perlu perhatian lebih.
Warga disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara memburuk dan menggunakan masker yang sesuai untuk membantu mengurangi paparan partikel halus.