Pemerintah Kota Palembang menggelar lomba posyandu dan kader kesehatan berprestasi tingkat Provinsi Sumatera Selatan tahun 2026 di Kelurahan Sungai Buah, Kecamatan Ilir Timur II, Sabtu. Ketua TP PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani, menegaskan ajang ini bukan sekadar mencari juara, melainkan tolok ukur efektivitas inovasi dan kualitas layanan kesehatan dasar di tingkat kelurahan.
PALEMBANG — Lomba posyandu dan kader kesehatan berprestasi tingkat Provinsi Sumatera Selatan tahun 2026 resmi digelar di Kelurahan Sungai Buah, Kecamatan Ilir Timur II, pada Sabtu. Ajang ini menjadi panggung bagi kader-kader kesehatan dari berbagai daerah untuk menunjukkan kapasitasnya dalam mengelola layanan kesehatan primer.
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Palembang, Dewi Sastrani, menyebut lomba ini dirancang untuk mengukur sejauh mana inovasi, tertib administrasi, dan kualitas pelayanan kesehatan dasar berjalan di lapangan. Menurutnya, posyandu adalah garda terdepan yang paling dekat dengan permukiman warga.
Dewi menjelaskan keberadaan posyandu yang aktif dan berdedikasi menjadi fondasi utama dalam memantau tumbuh kembang balita, kesehatan ibu dan anak, serta pemenuhan gizi masyarakat. Edukasi pola hidup bersih dan sehat (PHBS) juga menjadi fokus utama yang dijalankan para kader di lapangan.
"Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan promotif dan preventif yang paling dekat dengan permukiman warga," kata Dewi di Palembang, Sabtu.
Para kader kesehatan dinilai memiliki peran vital sebagai penghubung antara permukiman warga dengan fasilitas kesehatan resmi. Pengabdian mereka kerap mengesampingkan kepentingan pribadi demi memastikan masyarakat mendapatkan layanan terbaik.
Melalui penilaian ini, pemerintah kota bersama TP PKK Palembang berkomitmen memproyeksikan posyandu tidak hanya sebagai pusat pemeriksaan kesehatan rutin. Lebih dari itu, posyandu diharapkan berkembang menjadi pusat pemberdayaan masyarakat yang mandiri.
Transformasi ini dibangun melalui sinergi antara pemerintah, kader, tenaga kesehatan, dunia usaha, hingga lembaga pendidikan. Integrasi lintas sektor tersebut menjadi kunci keberhasilan program kesehatan berbasis komunitas di masa mendatang.
Dewi menambahkan apresiasi tinggi diberikan kepada seluruh kader kesehatan yang bekerja di garda terdepan pelayanan publik. Dedikasi mereka menjadi penentu utama keberhasilan program-program kesehatan yang dicanangkan pemerintah.