PALEMBANG — Tiga kecamatan di Palembang masuk daftar prioritas penanganan kekeringan. Pemkot memastikan distribusi air bersih akan segera berjalan dengan menggandeng PDAM Tirta Musi dan Dinas Perkimtan untuk mengatur jadwal pengiriman menggunakan mobil tangki.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa meminta jajarannya tidak berhenti pada pembahasan administratif. Data warga terdampak di lapangan harus diverifikasi ulang agar bantuan tepat sasaran.
“Intinya bagaimana optimalisasi posko yang ada di kecamatan serta meng-crosscheck kembali data yang ada agar bisa diselesaikan dan beres. Kemudian terdapat pula kecamatan yang mengalami kekeringan seperti sulit mendapatkan air bersih,” ujar Ratu Dewa dalam rapat yang diikuti seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan camat se-Kota Palembang.
Pemkot meminta perangkat kecamatan memperbarui data penerima bantuan secara berkala. Hal ini dilakukan agar pendistribusian air tidak timpang dan benar-benar menjangkau warga yang membutuhkan.
Pengaturan waktu pengiriman akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah. Langkah ini diharapkan membantu warga memenuhi kebutuhan dasar selama musim kemarau masih berlangsung.
Antisipasi karhutla dan kabut asap juga menjadi sorotan utama. Setiap kecamatan diminta mengoptimalkan posko siaga sebagai pusat koordinasi darurat sekaligus mempercepat respons terhadap laporan masyarakat.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) mendapat instruksi memastikan seluruh armada pemadam dalam kondisi siap operasi. Kesiapsiagaan ini tidak hanya untuk pemadaman, tetapi juga melindungi warga dari dampak buruk kabut asap.
Dari sektor kesehatan, puskesmas di setiap kecamatan diminta menyediakan tabung oksigen dan meningkatkan kesiapan pelayanan medis. Hal ini menyusul potensi peningkatan gangguan pernapasan atau Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat kualitas udara yang memburuk.
Perhatian khusus diberikan kepada anak sekolah dan kelompok rentan. Pemkot akan membagikan masker ke masyarakat di setiap kecamatan.
Ratu Dewa juga mengeluarkan imbauan agar sekolah sementara waktu tidak menggelar aktivitas di luar ruangan, termasuk upacara. Kebijakan serupa berlaku bagi aparatur sipil negara (ASN) untuk mengurangi aktivitas yang tidak mendesak di luar ruangan.
Pemkot tengah membahas kemungkinan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring. Keputusan akan diambil bersama Dinas Pendidikan dengan mempertimbangkan kondisi terkini di lapangan.
Dampak kemarau juga meluas ke sektor pertanian. Ratu Dewa meminta Dinas Pertanian berkoordinasi dengan balai di tingkat Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk menangani lahan persawahan yang mulai mengering.
Penanganan ini dinilai penting agar proses penanaman padi oleh petani tidak terhambat. “Semua permasalahan kompleks satu per satu diurai. Dari kesehatan, air bersih, hingga pertanian. Kita selesaikan bersama OPD terkait,” tegasnya.