Gubernur Sumsel Ajak Warga Salat Istisqa di Tengah Kemarau, 1.950 Hektare Lahan Terpapar Karhutla Sepanjang 2026

Penulis: Fakhrudin Akbar  •  Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:44:01 WIB
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru memimpin Salat Istisqa di Griya Agung, Palembang, Selasa (25/8/2026).

PALEMBANG — Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru memimpin Salat Istisqa di Griya Agung, Palembang, Selasa (25/8/2026), sebagai ikhtiar bersama memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau yang diperparah fenomena El Nino. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum memperkuat kebersamaan warga dalam menghadapi risiko kebakaran hutan dan lahan yang meningkat.

Herman Deru menegaskan, salat istisqa bukan sekadar ritual, melainkan wujud ketegaran masyarakat setelah berbagai upaya ikhtiar teknis dilakukan. "Ini adalah hari di mana kita bersama-sama, setelah menjalankan berbagai upaya ikhtiar, untuk tetap tegar dan tabah menjalani musim kemarau yang bersamaan dengan El Nino," ujarnya.

Luas Lahan Terdampak Karhutla Capai 1.950 Hektare

Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, tercatat sekitar 1.950 hektare lahan di Sumatera Selatan terpapar kebakaran. Berdasarkan laporan real-time terakhir, masih terdapat sekitar 199 hektare lahan yang terdampak dan terus diupayakan penanganannya.

"Kemarin real-time terlapor 199 hektare lagi. Semoga hari ini semakin berkurang. Ini adalah upaya kita bersama-sama," tutur Herman Deru. Kondisi ini juga ditandai dengan indeks standar pencemaran udara (ISPU) yang fluktuatif akibat kebakaran di sejumlah titik.

Sinergi TNI-Polri dan Masyarakat dalam Penanggulangan

Gubernur mengapresiasi kerja keras seluruh elemen dalam mencegah dan menanggulangi karhutla, mulai dari masyarakat, kelompok masyarakat, pemerintah kabupaten/kota, hingga TNI, Polri, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. "Semua berupaya keras untuk mencegah, menanggulangi, dan pada saatnya merehabilitasi kerusakan yang disebabkan Karhutla," katanya.

Herman Deru bersyukur kondisi cuaca dan kualitas udara mulai menunjukkan perkembangan lebih baik. Ia berharap berbagai ikhtiar, termasuk salat istisqa, menjadi jembatan bagi masyarakat untuk memohon langsung kepada Allah SWT agar hujan segera turun. "Bukan hanya untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan, tetapi juga untuk kelangsungan hidup. Karena saudara-saudara kita di beberapa titik masih menghadapi kemarau," jelasnya.

Instruksi ke Bupati dan Forkopimda Gelar Salat Istisqa

Di tengah kondisi tersebut, Herman Deru mengingatkan masyarakat Sumsel agar tidak berhenti bersyukur. Menurutnya, persoalan yang dihadapi Sumsel hendaknya disikapi dengan penuh kesadaran bahwa masih banyak saudara di daerah lain yang menghadapi cobaan lebih besar. "Masyarakat Sumsel saya ingatkan untuk tetap bersyukur menghadapi isu ini. Ingatlah, ada saudara kita yang lebih besar cobaannya," ujarnya.

Ia juga meminta para bupati, wali kota, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Sumsel turut menyelenggarakan salat istisqa sebagai bagian dari ikhtiar dan doa bersama. "Saya minta bupati, wali kota, Forkopimda untuk menyelenggarakan salat Istisqa. Terima kasih atas keikhlasan bapak dan ibu sekalian mengikuti salat Istisqa. Mudah-mudahan apa yang kita upayakan dan doakan dapat berjalan sesuai harapan kita," ajaknya.

Reporter: Fakhrudin Akbar
Sumber: sumeks.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top