PALEMBANG — Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menegaskan bahwa bantuan sarana produksi yang diberikan merupakan bentuk perhatian pemerintah di tengah keterbatasan fiskal daerah. Ia berharap bantuan tersebut mampu menjadi stimulus bagi para pelaku usaha perikanan untuk meningkatkan produktivitas.
“Ini semata-mata sebagai perhatian bagaimana pemerintah provinsi, di tengah ketidakmewahan keuangan pada saat ini, masih tetap memberikan dorongan,” ujar Herman Deru dalam sambutannya.
Sejumlah sarana yang diserahkan antara lain cool box untuk menjaga kualitas ikan, mesin pencetak pakan (pellet) bagi pembudidaya, serta mesin kapal dan perahu untuk nelayan. Menurut Herman Deru, dukungan terhadap peralatan produksi ini penting agar aktivitas masyarakat di sektor perikanan berjalan lebih efektif dan berdampak lebih besar pada ekonomi.
Ia menyebut profesi nelayan merupakan pekerjaan mulia. Sektor ini tidak hanya berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga berperan memenuhi kebutuhan protein masyarakat.
“Nelayan adalah sebuah profesi mulia, bukan hanya memberikan sumbangsih terhadap pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memberikan sumbangsih berupa protein,” katanya.
Herman Deru mengaitkan penguatan sektor kelautan dan perikanan dengan penurunan angka kemiskinan Sumsel yang kini berada di level 9,50 persen. Ia menegaskan capaian tersebut tidak boleh membuat pemerintah berpuas diri, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat sektor produktif lainnya.
“Apakah kita puas di zona nyaman? Pasti tidak. Inilah tugas kita, saya dan Bapak Ibu sekalian, apa pun urusan teknis yang diampu tentu harus punya dorongan terhadap percepatan penurunan kemiskinan dan naiknya kesejahteraan,” tegasnya.
Selain itu, sektor perikanan dinilai menjadi bagian dari kerja komprehensif pemerintah dalam menekan angka stunting. Herman Deru mengingatkan bahwa seluruh capaian pembangunan merupakan hasil kerja bersama yang melibatkan kabupaten dan kota.
Sumsel sebelumnya menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya dari Presiden Republik Indonesia di bidang kelautan, perikanan, dan kelestarian alam, khususnya pengembangan mangrove. Herman Deru menekankan penghargaan itu bukan hasil kerja satu sektor atau satu daerah saja.
“Ini adalah hasil kerja komprehensif, tidak hanya satu bidang saja. Ini kerja kita semua, tidak hanya satu wilayah saja, tapi seluruh kabupaten/kota, termasuk pesisir pantai,” jelasnya.
Gubernur menyebut Sumsel memiliki modal besar untuk mengembangkan perekonomian, mulai dari garis pantai yang panjang, sumber daya mineral dan gas, hingga potensi perkebunan serta pertanian. Ia meminta seluruh program pembangunan dijalankan secara terpadu, tidak sektoral.
Herman Deru menekankan pentingnya penggunaan data statistik sebagai dasar pengambilan dan evaluasi kebijakan pemerintah, bukan berdasarkan asumsi tanpa dasar.
“Pemerintahan ini adalah pemerintahan yang merajut dari semua potensi, semua kekuatan ekonomi agar dapat didistribusikan kepada masyarakat dengan parameter data statistik, bukan parameter karangan yang muncul di layar-layar handphone,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Herman Deru mengajak masyarakat menjaga potensi daerah dan lingkungan. Menurutnya, kontribusi terhadap pembangunan bisa dimulai dari hal sederhana, seperti menjaga kebersihan dan mencegah kebakaran hutan.
Ia berharap semangat kolaborasi terus tumbuh sehingga seluruh potensi Sumsel, termasuk sektor kelautan dan perikanan, menjadi penggerak peningkatan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.