SUMATERA SELATAN — Persib Bandung tercatat tampil di putaran final kompetisi antarklub kasta kedua Asia selama tiga musim beruntun. Namun, tantangan musim ini terbilang paling berat karena skuad asuhan pelatih harus berhadapan dengan tiga lawan berpengalaman.
FC Seoul (Korea Selatan), Melbourne Victory (Australia), dan The Cong Viettel FC (Vietnam) menjadi penghuni Grup E. Ketiganya bukan nama asing di panggung Asia dan punya pengalaman bermain di kompetisi antarklub.
Dari segi reputasi, FC Seoul dan Melbourne Victory memiliki tradisi kuat di liga domestik masing-masing. Sementara The Cong Viettel datang dengan status juara V.League 2025, yang membuat laga tandang ke Hanoi diprediksi tak kalah sulit.
Menariknya, Persib justru memulai fase grup dengan bertandang ke Seoul World Cup Stadium pada 16 September 2026. Ini akan menjadi ujian mental pertama sebelum dua laga kandang beruntun hadir di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Dua laga kandang itu akan berlangsung pada 14 Oktober melawan The Cong Viettel dan 28 Oktober menjamu Melbourne Victory. Momentum bermain di depan Bobotoh bisa menjadi modal untuk mengamankan poin sebelum kembali menjalani laga tandang jauh ke Australia pada 4 November.
Dengan format kandang-tandang, Persib akan menjalani enam pertandingan untuk memperebutkan tiket ke fase gugur. Setiap laga menjadi ujian berat, terutama karena harus menghadapi perjalanan jauh ke tiga negara berbeda dalam rentang waktu kurang dari tiga bulan.
Kemenangan tipis 1-0 atas Manila Digger di Stadion Si Jalak Harupat, Senin (31/8/2026) malam, memang mengamankan tempat di fase grup. Kini konsistensi menjadi kata kunci bagi Maung Bandung untuk bisa bersaing di level Asia.