Sertifikasi OJK Buka Peluang Karier Baru Financial Influencer

Penulis: Fakhrudin Akbar  •  Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:19:31 WIB
Perencana keuangan Rista Zwestika menilai sertifikasi kompetensi OJK membuka peluang karier baru bagi financial influencer.

SUMATERA SELATAN — Financial influencer Rista Zwestika menilai sertifikasi kompetensi dari OJK membuka sumber pendapatan baru di luar endorsement dan paid content. Peluang itu mencakup peran sebagai trainer, speaker, financial planner, hingga konsultan keuangan.

Perencana keuangan yang juga aktif sebagai financial influencer, Rista Zwestika, menyebut kompetensi yang terverifikasi membuka pintu karier yang lebih luas bagi kreator konten keuangan. Ia menekankan sertifikasi bukan sekadar gelar tambahan, melainkan proses pembelajaran yang mencakup standar kompetensi, metodologi, etika profesi, dan batas dalam memberikan rekomendasi.

"Justru ini penting untuk financial influencer: jangan hanya membangun audience, bangun juga expertise," ujar Rista kepada Katadata.co.id.

Peluang Karier di Luar Konten dan Endorsement

Menurut Rista, kredibilitas yang terbentuk dari sertifikasi membuka peluang kerja sama dengan perusahaan maupun institusi keuangan. Ia menyebut financial influencer dapat mengembangkan karier sebagai trainer, speaker, financial planner, konsultan, atau penulis.

Peluang lain datang dari pembuatan kelas dan produk edukasi. Popularitas di media sosial bisa berubah cepat, tetapi aset profesional berupa kompetensi, reputasi, dan kepercayaan terbangun dalam jangka panjang.

"Karena di dunia digital, orang bisa memiliki ratusan ribu bahkan jutaan followers. Tetapi jumlah followers bukan ukuran kompetensi finansial," kata Rista.

POJK 6/2026 Perketat Aturan Financial Influencer

Otoritas Jasa Keuangan memperketat pengawasan terhadap penyampai informasi sektor jasa keuangan melalui POJK Nomor 6 Tahun 2026. Aturan ini melarang financial influencer menjanjikan keuntungan pasti dari produk atau aset keuangan yang dipromosikan.

Kewajiban lain mencakup penyampaian disclaimer dan transparansi soal komisi dari produk yang dipromosikan. POJK ini disusun untuk melindungi konsumen dan mencegah kerugian yang timbul dari informasi keuangan yang tidak akurat.

Rista menilai sertifikasi tidak otomatis menjamin seluruh informasi yang disampaikan benar. Financial influencer tetap perlu memperbarui pengetahuan, mengikuti perkembangan regulasi, dan menjaga integritas.

Tanggung Jawab Besar di Balik Konten Keuangan

Industri keuangan tidak hanya soal cara mendapatkan penghasilan dari konten. Rista mengingatkan konten yang dibuat dapat memengaruhi keputusan seseorang dalam mengelola uang yang dikumpulkan bertahun-tahun.

"Dan kepercayaan itu harus dijaga karena konten yang kita buat bisa ikut memengaruhi keputusan seseorang terhadap uang yang mereka kumpulkan bertahun-tahun," ujarnya.

Ia menyebut financial influencer perlu memahami batas antara edukasi, opini, dan rekomendasi. Konten yang dikemas sebagai edukasi jangan sampai menggiring audiens membeli produk tertentu tanpa memahami profil risiko dan konsekuensinya.

Sebelum membagikan konten, Rista menyarankan beberapa prinsip: mengecek sumber informasi, memahami produk yang dibahas, menjelaskan risikonya, transparan soal kerja sama komersial, dan tidak menjanjikan hasil yang belum pasti.

Menurutnya, edukasi keuangan perlu disampaikan secara bertanggung jawab karena dapat memengaruhi keputusan investasi seseorang.

"Karena di dunia keuangan, satu konten yang salah bukan cuma berisiko membuat orang kehilangan followers, orang lain bisa kehilangan uangnya," ucap Rista.

Reporter: Fakhrudin Akbar
Sumber: katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top