7,2 Ton Dry Ice Disebar di Sumsel Lewat 9 Sortie OMC, Efektivitas Urai Kabut Asap Masih Diuji

Penulis: Ferdian Syah  •  Selasa, 20 Oktober 2026 | 13:17:01 WIB
Tim OMC menggelar empat sortie penerbangan dalam sehari untuk penyemaian dry ice dan NaCl di sejumlah wilayah Sumsel.

PALEMBANG — Tim operasi modifikasi cuaca (OMC) menggelar empat sortie dalam sehari menggunakan dua pesawat pada Minggu (18/10/2026). Tiga penerbangan menaburkan dry ice, satu penerbangan lain menyemai natrium klorida (NaCl).

Total 2,4 ton dry ice dilepas dalam tiga sortie tersebut. Masing-masing pesawat mengangkut 800 kilogram material. Penyemaian dry ice dilakukan dua kali di wilayah Palembang dan sekali di Kabupaten Banyuasin.

Sementara penyemaian NaCl menyasar Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Banyuasin, dan Ogan Ilir. Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman menyebut tim melaporkan hujan ringan hingga sedang di sekitar Jalan Tol Palembang–Indralaya (Palindra) setelah penyemaian NaCl.

"Berdasarkan laporan tim di lapangan, terpantau hujan di area Tol Palindra dengan intensitas ringan-sedang selama lima menit pada pukul 16.35–16.45 WIB," kata Sudirman, Senin (19/10/2026).

Hujan di Palindra Belum Bukti OMC Berhasil

Hujan yang terpantau di lokasi tersebut belum membuktikan OMC sebagai penyebabnya. Keterkaitan antara penyemaian dan hujan masih memerlukan analisis meteorologis lebih lanjut.

Sudirman menyampaikan operasi dijadwalkan berlangsung 10 hari sejak 15 Oktober 2026. Hingga 18 Oktober, total 7,2 ton dry ice telah disebar dalam sembilan sortie. Pelaksanaan pada 19 Oktober masih menunggu laporan tim.

"Per 18 Oktober, OMC dry ice sudah dilakukan penyemaian sebanyak sembilan sortie dengan menaburkan 7,2 ton dry ice. Untuk pelaksanaan hari ini, kita masih menunggu informasinya," ujarnya.

Mengapa Dry Ice Dipakai: Melawan Lapisan Inversi

Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang Siswanto menjelaskan, penyemaian dry ice bertujuan memengaruhi kondisi atmosfer agar asap yang terperangkap di bawah lapisan inversi dapat bergerak naik dan terurai.

Lapisan inversi muncul ketika suhu udara meningkat seiring bertambahnya ketinggian pada lapisan atmosfer tertentu. Kondisi itu menghambat pergerakan udara vertikal, sehingga polutan termasuk asap karhutla bertahan dekat permukaan.

Dry ice yang dipakai berbentuk bubuk atau pelet berukuran sekitar tiga milimeter. Lokasi penyemaian ditentukan lewat pengamatan atmosfer menggunakan radiosonde untuk memetakan profil suhu udara dan posisi lapisan inversi.

Material tersebut bersuhu sekitar minus 75 derajat Celsius. Dry ice dimanfaatkan untuk mendinginkan udara secara cepat dengan harapan memengaruhi kondisi atmosfer yang menahan asap.

Ukuran Keberhasilan Bukan Jumlah Sortie

Keberhasilan operasi tidak cukup diukur dari banyaknya material yang disebarkan atau jumlah penerbangan. Indikator yang dibutuhkan adalah data kualitas udara dan jarak pandang setelah penyemaian.

BPBD Sumsel belum merilis data tersebut. Evaluasi OMC akan bergantung pada hasil pemantauan kualitas udara dan kondisi lapangan selama sepuluh hari pelaksanaan.

Reporter: Ferdian Syah
Sumber: rmolsumsel.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top