Pencarian

Tim Gabungan Padamkan Karhutla 15 Hektare di Ogan Ilir, Lahan Rawa Masih Berpotensi Simpan Bara

Rabu, 15 Juli 2026 • 19:44:31 WIB
Tim Gabungan Padamkan Karhutla 15 Hektare di Ogan Ilir, Lahan Rawa Masih Berpotensi Simpan Bara
Tim gabungan berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan seluas 15 hektare di Desa Lorok, Ogan Ilir, yang melibatkan personel Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, dan MPA.

OGAN ILIR — Ancaman kebakaran bawah permukaan masih membayangi lahan seluas 15 hektare di Desa Lorok, Kecamatan Indralaya Utara, menyusul keberhasilan tim gabungan memadamkan api yang membakar semak belukar, purun, gelam, dan tanaman kelapa sawit di kawasan Areal Penggunaan Lain (APL). Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, menyatakan bahwa karakteristik tanah rawa di lokasi kejadian menjadi tantangan tersendiri karena berpotensi menyimpan bara di bawah permukaan.

Mengapa Lahan Rawa Lebih Berbahaya Setelah Api Padam?

Ferdian menjelaskan, meskipun api permukaan telah berhasil dipadamkan, proses pendinginan tetap harus dilakukan secara menyeluruh. “Personel langsung melakukan pemadaman dilanjutkan dengan pendinginan agar tidak ada bara api yang tersisa dan memicu kebakaran kembali,” ujarnya. Kondisi tanah rawa yang gambut dan porous membuat api bisa merambat secara vertikal ke bawah permukaan, tidak terlihat dari atas, dan sewaktu-waktu bisa muncul kembali sebagai titik api baru.

Operasi pemadaman yang berlangsung dari pukul 09.15 WIB hingga 11.11 WIB itu melibatkan personel Manggala Agni Daops Sumatera XIV/Banyuasin serta tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD Kabupaten Ogan Ilir, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan unsur swasta. Mereka mengerahkan satu unit kendaraan angkut personel, dua unit pompa jinjing, dan sejumlah peralatan pemadam manual untuk menjinakkan api.

Cuaca Cerah dan Angin Jadi Pemicu Cepat Rambat Api

Saat kejadian, cuaca terpantau cerah dengan kecepatan angin sekitar 8 kilometer per jam. Kondisi ini dinilai berpotensi mempercepat penyebaran api ke area yang lebih luas jika tidak segera diantisipasi. Kebakaran yang terjadi di lahan masyarakat ini dikategorikan sebagai kebakaran permukaan dengan vegetasi yang mudah terbakar seperti semak belukar dan purun yang mengering.

Langkah antisipasi masih terus dilakukan. “Manggala Agni bersama tim gabungan masih melakukan pemantauan di lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api, terutama karena kondisi lahan rawa masih berpotensi menyimpan bara di bawah permukaan,” tutup Ferdian. Pemantauan ini akan berlangsung hingga dipastikan tidak ada lagi potensi kebakaran susulan yang bisa membahayakan pemukiman warga di sekitar Desa Lorok.

Bagikan
Sumber: suarapublik.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks