PALEMBANG — Konsentrasi partikel halus PM2.5 tercatat 436,1 µg/m³ pada pukul 01.00 WIB sebelum naik ke 476,9 µg/m³ satu jam kemudian. Angka itu merupakan puncak polusi harian di Stasiun PM2.5 Musi II Palembang.
Setelah puncak dini hari, konsentrasi polutan berangsur turun. Pada pukul 03.00 WIB tercatat 388,3 µg/m³, lalu 349,7 µg/m³ pada pukul 04.00 WIB. Hingga pukul 08.00 WIB, PM2.5 masih berada di angka 314,8 µg/m³ atau level berbahaya.
Asap Kiriman dari Cengal dan Tulung Selapan
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis, menyebut kabut asap yang menyelimuti Palembang masih dipengaruhi karhutla di OKI dan wilayah sekitarnya. Pergerakan angin ke arah barat laut memindahkan asap dari kawasan kebakaran menuju kota.
"Iya masih dari wilayah OKI dan sekitarnya. Diimbau kepada masyarakat untuk menggunakan masker saat berada di luar ruangan," kata Wandayantolis.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto mengakui sumber asap di Palembang berasal dari karhutla di OKI dan beberapa daerah lain. Tim Manggala Agni beroperasi memadamkan kebakaran yang cukup luas di kawasan Cengal dan Tulung Selapan.
"Iya, penyakitnya (sumber asap) dari situ (karhutla di OKI)," kata Ferdian.
Jarak Pandang Terbatas, Warga Diminta Pakai Masker
Kabut asap menyelimuti sejumlah ruas jalan dan membatasi jarak pandang. Aktivitas warga yang berangkat bekerja pada pagi hari terganggu, terutama di jalur yang paling dekat dengan pusat pemantauan Musi II.
Kondisi ini berbalik dari sehari sebelumnya ketika kualitas udara sempat membaik. Penurunan konsentrasi PM2.5 sepanjang pagi belum cukup mengeluarkan Palembang dari kategori berbahaya.
Wandayantolis mengingatkan warga membatasi aktivitas luar ruangan selama asap masih pekat. Masker menjadi perlindungan dasar bagi mereka yang harus tetap beraktivitas di jalan.
Operasi Pemadaman Masih Berjalan
Manggala Agni mengerahkan operasi pemadaman di Cengal dan Tulung Selapan, dua kawasan karhutla yang dinilai cukup luas. Belum ada keterangan resmi soal perkiraan luas lahan yang terbakar maupun durasi pemadaman.
Kualitas udara Palembang akan bergantung pada arah angin dan keberhasilan pemadaman di OKI. Selama kebakaran belum tertangani, asap berpotensi kembali menebal pada dini hari berikutnya.