Pencarian

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang Sejak Pagi, Warga Keluhkan Mata Perih dan Jarak Pandang Terbatas

Rabu, 21 Oktober 2026 • 10:46:01 WIB
Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang Sejak Pagi, Warga Keluhkan Mata Perih dan Jarak Pandang Terbatas
Kabut asap menyelimuti Kota Palembang sejak pagi dan membatasi jarak pandang warga.

PALEMBANG — Langit Kota Palembang tampak keabu-abuan sepanjang pagi. Warga yang beraktivitas di luar ruangan mengeluhkan mata perih dan sesak napas bila tidak memakai masker.

Keluhan paling keras datang dari mereka yang bekerja di luar. Ridwan, satpam UIN Raden Fatah Palembang, bertugas sejak pagi dan merasakan langsung dampaknya.

"Kabut asap pagi ini masih tebal nian, Mang. Dari jam 6 tadi sudah pekat. Mata perih, sesak nafas kalau tidak pakai masker. Kami yang jaga di luar ini yang paling keraso dampaknyo," ujar Ridwan, Rabu (21/10/2026).

Jarak Pandang Terbatas, Pengendara Was-was di Jalan

Bagi pengendara motor, asap bukan sekadar gangguan pernapasan. Jarak pandang yang pendek membuat mereka sulit melihat kendaraan di depan.

"Jarak pandang terbatas, Mang. Bawa motor jadi was-was, apalagi di jalan besar asapnya tebal. Takut kecelakaan karena tidak kelihatan kendaraan depan," kata Erwin, warga Palembang lainnya.

Kondisi ini memicu kekhawatiran warga terhadap keselamatan di jalan. Sejumlah ruas jalan utama dilaporkan berkabut tebal pada jam berangkat kerja.

Anak Terpaksa Sekolah Daring, Orang Tua Kewalahan

Dampak asap juga merambat ke dunia pendidikan. Maya, pegawai PPPK di Palembang, mengatakan anaknya terpaksa mengikuti pembelajaran jarak jauh setelah ada imbauan dari pihak sekolah.

"Jadi repot juga kami sebagai orang tua, sekolahnya selalu daring," katanya.

Pembelajaran daring yang berulang tiap musim asap membuat orang tua menanggung beban ganda: mengawasi anak di rumah sekaligus menjalankan pekerjaan.

Warga Desak Pencegahan dan Penegakan Hukum, Bukan Hanya Pemadaman

Warga menilai Pemerintah Kota Palembang maupun Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan belum tuntas menangani karhutla yang menjadi sumber asap. Mereka berharap penanganan tidak berhenti pada pemadaman di lapangan.

Harapan warga mencakup tiga hal: pencegahan sebelum lahan terbakar, penegakan hukum terhadap pembakar lahan, serta keterbukaan informasi kualitas udara setiap hari.

Tanpa langkah itu, warga khawatir Palembang akan terus menjadi korban kabut asap kiriman setiap tahun. Asap yang datang berulang membuat keluhan yang sama muncul lagi tanpa penyelesaian.

Follow palembangtoday.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks