Pencarian

Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp 18.130, Harga Minyak dan Pangan Jadi Biang Tekanan

Senin, 26 Oktober 2026 • 08:19:31 WIB
Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp 18.130, Harga Minyak dan Pangan Jadi Biang Tekanan
Rupiah diprediksi melemah pada rentang Rp 18.080–Rp 18.130 per dolar AS seiring tekanan harga minyak dan pangan.

SUMATERA SELATAN — Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun ditutup melemah pada rentang Rp 18.080–Rp 18.130 per USD pada perdagangan Senin (26/10). Tekanan datang dari kombinasi kenaikan harga minyak dunia di kisaran USD 100 per barel dan lonjakan harga pangan yang menimbulkan guncangan ganda bagi stabilitas ekonomi nasional.

Proyeksi itu disampaikan Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, dalam keterangan yang diterima, Senin (26/10/2026). Sebelumnya, Rupiah ditutup melemah 20 poin menjadi Rp 18.080 per USD pada perdagangan Jumat (23/10).

Menurut Ibrahim, pergerakan Rupiah hari itu secara umum dipengaruhi sentimen dalam dan luar negeri. Kombinasi harga minyak yang berada di kisaran USD 100 per barel dan lonjakan harga pangan menjadi pemicu utama tekanan.

Guncangan Ganda di Tengah Ketahanan Fiskal

Ibrahim menilai kombinasi kenaikan harga minyak dan pangan menimbulkan guncangan ganda yang secara langsung menekan ketahanan fiskal dan stabilitas ekonomi nasional. Dampaknya merembet ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan memunculkan kekhawatiran fiskal, sehingga Rupiah ikut terdampak.

Sebagai negara pengimpor bersih minyak, kenaikan harga minyak mentah internasional di atas asumsi makro APBN otomatis melipatgandakan kebutuhan belanja negara untuk subsidi BBM dan LPG, serta kompensasi energi.

"Setiap kenaikan ICP (Indonesian Crude Price) dipastikan akan memperlebar defisit APBN," ujar Ibrahim dalam keterangan tersebut.

Pilihan Sulit Pemerintah: Tahan Harga atau Sesuaikan

Kondisi tersebut membuat pemerintah dihadapkan pada dua opsi yang sama-sama berisiko. Menahan harga energi domestik berpotensi memperlebar defisit APBN, sementara menyesuaikan harga energi domestik akan berdampak pada inflasi dan memberatkan masyarakat.

Bagi pelaku pasar, rentang Rp 18.080–Rp 18.130 per USD menjadi acuan pergerakan hari itu. Pergerakan Rupiah akan sangat bergantung pada bagaimana pemerintah menimbang dua pilihan tersebut di tengah tekanan harga minyak dan pangan yang belum mereda.

Ibrahim menyampaikan proyeksi ini sebagai gambaran arah pergerakan mata uang, dengan catatan sentimen dalam dan luar negeri tetap menjadi faktor penentu utama sepanjang sesi perdagangan.

Follow palembangtoday.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: aspek.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks