Pencarian

82 Saham Keluar dari IHSG Mulai Hari Ini, DCII hingga BREN Terdampak

Senin, 02 November 2026 • 08:18:31 WIB
82 Saham Keluar dari IHSG Mulai Hari Ini, DCII hingga BREN Terdampak
Bursa Efek Indonesia mengeluarkan 82 saham berkategori konsentrasi kepemilikan tinggi dari perhitungan IHSG mulai Senin (2/11/2026).

SUMATERA SELATAN — Bursa Efek Indonesia resmi mengeluarkan 82 saham berkategori konsentrasi kepemilikan tinggi dari perhitungan IHSG mulai Senin (2/11/2026). Jumlah saham dalam indeks berkurang dari 963 menjadi 881 emiten. Kebijakan ini menyusul konsultasi MSCI soal status pasar Indonesia.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ke-82 saham tersebut masuk daftar high shareholding concentration (HSC) per 22 Oktober 2026. Pengeluaran saham dari IHSG menjadi bagian dari pembenahan pasar modal setelah penyedia indeks global MSCI membuka konsultasi mengenai kemungkinan perubahan status Indonesia dari pasar berkembang menjadi pasar mandiri.

Daftar HSC mencakup emiten berkapitalisasi jumbo maupun perusahaan dengan kepemilikan saham terkonsentrasi pada segelintir pemegang saham. BEI belum merinci bobot masing-masing saham terhadap indeks sebelum dikeluarkan.

DCII, BYAN, dan BREN Paling Menonjol

PT DCI Indonesia Tbk (DCII) milik konglomerat Otto Toto Sugiri memiliki kapitalisasi pasar sekitar Rp 417,09 triliun. Nilai itu menempatkan DCII di posisi ketiga emiten terbesar di bursa.

PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik Low Tuck Kwong mencatat kapitalisasi sekitar Rp 305 triliun. Adapun PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang terafiliasi dengan Prajogo Pangestu memiliki kapitalisasi sekitar Rp 240,14 triliun.

Selain ketiganya, daftar HSC memuat saham dari grup usaha besar lain seperti PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR), dan PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS).

Deretan Emiten Lain yang Ikut Dikeluarkan

Sejumlah nama besar dari sektor infrastruktur, perbankan, dan kesehatan turut masuk daftar. Berikut sebagian di antaranya:

  • PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG)
  • PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL)
  • PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII)
  • PT Bank Mega Tbk (MEGA)
  • PT Bank Permata Tbk (BNLI)
  • PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN)
  • PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO)
  • PT Siantar Top Tbk (STTP)
  • PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI)
  • PT Global Digital Niaga Tbk (BELI)
  • PT MD Entertainment Tbk (FILM)
  • PT Samator Indo Gas Tbk (AGII)

Daftar lengkap 82 saham mencakup pula emiten kecil seperti PT Steady Safe Tbk (SAFE), PT Golden Flower Tbk (POLU), dan PT Hotel Fitra International Tbk (FITT).

Mengapa Kebijakan Ini Diambil

Konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi membuat pergerakan harga sebuah emiten mudah dipengaruhi sedikit pemegang saham. Kondisi itu dinilai mengganggu cerminan harga pasar yang wajar, terutama untuk emiten berbobot besar di IHSG.

MSCI membuka konsultasi status pasar Indonesia karena sejumlah isu, termasuk keterbatasan saham yang diperdagangkan bebas (free float) dan konsentrasi kepemilikan. Jika status berubah menjadi standalone market, aliran dana asing pasif yang mengikuti indeks MSCI berpotensi keluar dari pasar saham Indonesia.

Apa Artinya bagi Investor

Pengeluaran saham dari IHSG tidak menghapus pencatatan saham di BEI. Saham tetap diperdagangkan seperti biasa, hanya tidak lagi masuk perhitungan indeks.

Bagi investor reksa dana indeks dan produk exchange-traded fund (ETF) berbasis IHSG, komposisi portofolio akan menyesuaikan diri mengikuti daftar konstituen terbaru. Rebalancing biasanya dilakukan mengikuti kebijakan masing-masing manajer investasi.

Keputusan BEI ini juga menjadi sinyal bahwa regulator bergerak merespons kekhawatiran investor global. Perdagangan saham-saham tersebut tetap berjalan normal, namun dampaknya terhadap likuiditas dan valuasi perlu dicermati dalam beberapa sesi ke depan.

Follow palembangtoday.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks