PALEMBANG — Wakil Bupati Banyuasin, Netta Indian, menghadiri peluncuran Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Griya Agung, Palembang, pada Selasa (12/5/2026). Kehadirannya bukan sekadar seremoni, melainkan sinyal keseriusan daerah dalam memanfaatkan data sebagai GPS kebijakan ekonomi ke depan.
Pemerintah Kabupaten Banyuasin langsung bergerak dengan mengoordinasikan seluruh camat se-Sumatera Selatan. Tujuannya satu: memastikan pemetaan potensi ekonomi wilayah, terutama komoditas kelapa sawit, terekam secara akurat dan komprehensif.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menegaskan hasil pendataan Badan Pusat Statistik (BPS) akan dijadikan panduan utama. Data dasar seluruh kegiatan ekonomi ini menjadi landasan perencanaan pembangunan yang berkaitan erat dengan transformasi ekonomi berkelanjutan.
Beberapa poin strategis yang akan diintegrasikan dari hasil sensus meliputi identifikasi potensi pengembangan wilayah, penguatan hilirisasi sawit sebagai penggerak ekonomi, optimalisasi ketahanan pangan lewat Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP), serta integrasi data pembangunan infrastruktur seperti Pelabuhan Tanjung Carat.
Pemerintah Kabupaten Banyuasin memberikan dukungan penuh melalui edukasi kepada warga. Masyarakat diminta bersedia memberikan keterangan jujur kepada mitra sensus yang akan mendatangi rumah-rumah penduduk dan lokasi usaha secara langsung.
Sinergi antara pemerintah kabupaten dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan lapangan. Petugas pendata membutuhkan akses informasi yang valid dari para pelaku usaha sektor perkebunan maupun Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) agar data yang dihasilkan berkualitas tinggi.
Ketersediaan data berkualitas tinggi sangat dibutuhkan untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan ke depan. Data ini juga memastikan program bantuan atau insentif bagi industri sawit dapat tersalurkan dengan lebih efektif dan tepat sasaran.
Transparansi informasi ekonomi ini mempermudah identifikasi kebutuhan infrastruktur pendukung di sekitar kawasan perkebunan. Konektivitas antara lahan produksi dengan unit pengolahan hilir diharapkan bisa terjalin jauh lebih efisien.
Sejumlah pejabat daerah turut mendampingi perwakilan pemerintah kabupaten dalam pertemuan tersebut. Mereka antara lain Staf Ahli Bidang Infrastruktur, Ekonomi, dan Sumber Daya Alam (SDA); Kepala Bappeda Litbang; serta Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Kadis Koperindag).
Partisipasi aktif dari berbagai dinas teknis, termasuk Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), memperlihatkan keseriusan daerah dalam mengintegrasikan data sensus ke dalam sistem perizinan investasi industri. Melalui persiapan matang ini, Banyuasin berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi pengembangan produk turunan kelapa sawit bernilai tambah tinggi.