Pencarian

Bukan Cuma Soal Kapasitas: Lima Kesalahan Fatal Penyimpanan Cloud yang Sering Diabaikan

Senin, 25 Mei 2026 • 20:32:50 WIB
Bukan Cuma Soal Kapasitas: Lima Kesalahan Fatal Penyimpanan Cloud yang Sering Diabaikan
Pengguna cloud diingatkan untuk rutin memeriksa surel terkait pemberitahuan penting penyimpanan data.

SUMATERA SELATAN — Layanan penyimpanan cloud memang menawarkan kemudahan yang tak tertandingi dibandingkan hard drive eksternal. Tak perlu kabel, tak khawatir rusak fisik, dan akses bisa lewat ponsel kapan saja. Tapi di balik kemudahan itu, ada sejumlah jebakan yang bisa mengancam keamanan data pengguna.

Surel yang Jarang Dibuka Bisa Jadi Petaka

Banyak orang memiliki lebih dari satu alamat surel dan jarang mengecek semuanya. Jika surel yang tidak aktif itu digunakan untuk mendaftar akun cloud, risiko mulai mengintai.

Penyedia layanan biasanya mengirimkan pemberitahuan penting melalui surel, mulai dari perubahan kebijakan hingga notifikasi kapasitas penyimpanan hampir penuh. Jika surel itu tidak pernah dibuka, pengguna bisa kehilangan momen krusial — misalnya saat ruang penyimpanan sudah penuh dan file baru gagal dicadangkan. Dalam kasus ekstrem, ini bisa berujung pada kehilangan data.

Lebih berbahaya lagi, notifikasi login mencurigakan juga dikirimkan lewat surel. Jika pengguna tak pernah membaca surel tersebut, upaya peretasan bisa saja tidak terdeteksi hingga semuanya terlambat.

Dokumen Sensitif Sebaiknya Jangan Diunggah Sembarangan

Penyimpanan cloud memang aman, tapi bukan berarti semua jenis file aman disimpan di dalamnya. Data seperti laporan pajak, riwayat medis, atau dokumen legal lainnya termasuk dalam kategori yang sebaiknya tidak pernah diunggah ke server pihak ketiga.

Jika data ini jatuh ke tangan yang salah, risikonya bukan sekadar bocor — pencuri identitas bisa berpura-pura menjadi korban dengan informasi tersebut. Perusahaan besar seperti Google, Apple, atau Microsoft memang memiliki lapisan keamanan ketat, tapi celah tetap ada. Ancaman terbesar justru datang dari sisi pengguna: kata sandi yang lemah, perangkat yang tidak aman, atau jebakan phishing.

Solusi paling aman adalah menyimpan data sensitif di penyimpanan lokal. Jika tetap ingin menyimpannya di cloud, enkripsi file terlebih dahulu sebelum diunggah.

Backup Otomatis Tanpa Filter Bisa Jadi Bumerang

Fitur backup otomatis memang memudahkan, tapi mengaktifkannya untuk semua data tanpa seleksi adalah langkah yang berisiko. File kerja, foto liburan, dan dokumen penting mungkin aman, tapi aplikasi atau file sistem yang tidak perlu justru memenuhi kuota penyimpanan dengan cepat.

Lebih dari sekadar masalah kapasitas, backup otomatis juga berarti pengguna kehilangan kendali atas data apa yang sebenarnya diunggah ke server. Kebiasaan ini perlu dikoreksi, terutama bagi pengguna yang jarang membuka aplikasi cloud untuk memeriksa isi penyimpanannya.

Kesalahan-kesalahan ini mungkin terdengar sepele, tapi dampaknya bisa sangat merugikan. Di era di mana data pribadi menjadi komoditas berharga, satu langkah ceroboh bisa membuat pengguna menyesal panjang.

Bagikan
Sumber: bgr.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks