SUMATERA SELATAN — Kongres APLGI yang digelar pada pekan lalu memutuskan Budiarsa Sastrawinata sebagai nakhoda tunggal tanpa adanya pesaing. Keputusan ini mencerminkan kepercayaan penuh para pemilik lapangan golf terhadap figur yang sudah lama berkecimpung di industri ini.
Proses pemilihan berlangsung di Jakarta dengan dihadiri perwakilan lapangan golf dari berbagai daerah. Tidak ada nama lain yang diajukan selain Budiarsa, sehingga pimpinan sidang langsung menetapkannya secara aklamasi.
Ini kali pertama APLGI memilih ketua tanpa melalui mekanisme voting. Langkah ini dinilai menghemat waktu dan energi organisasi yang tengah fokus pada program pengembangan.
Budiarsa menyebut sejumlah prioritas kerja setelah resmi menjabat. Ia ingin meningkatkan jumlah pegolf amatir di Indonesia melalui program kemitraan dengan sekolah dan komunitas.
"Kami akan dorong lapangan golf lebih terbuka untuk publik. Bukan hanya untuk anggota eksklusif," kata Budiarsa dalam sambutan perdananya.
APLGI juga berencana memperbaiki sistem klasifikasi lapangan agar standar perawatan dan pelayanan merata. Saat ini tercatat sekitar 160 lapangan golf aktif di Indonesia, mayoritas berada di Jawa dan Bali.
Organisasi ini menghadapi tantangan regenerasi pemain dan daya tarik olahraga golf di kalangan muda. Biaya bermain yang relatif tinggi masih menjadi hambatan utama.
Budiarsa mengaku akan merangkul pemerintah daerah untuk menekan pajak hiburan dan retribusi lapangan. Ia optimistis langkah ini bisa menekan biaya operasional dan tarif main.
APLGI juga akan menggelar turnamen amatir nasional tahun depan sebagai ajang pencarian bibit pegolf profesional. Sejumlah sponsor dari sektor properti dan perbankan dikabarkan sudah menyatakan minat.
Budiarsa bukan wajah baru di ekosistem golf Tanah Air. Ia pernah menjabat sebagai pengurus di beberapa klub golf besar dan aktif dalam forum asosiasi sejak 2018.
Selain itu, ia juga memiliki latar belakang bisnis properti yang dinilai relevan dengan pengelolaan lapangan golf. Kombinasi pengalaman ini membuat para pemilik lapangan yakin ia mampu membawa APLGI lebih profesional.
Masa kepengurusan Budiarsa akan berlangsung hingga 2030. Ia menggantikan posisi yang sebelumnya diisi oleh pejabat sementara setelah periode kepemimpinan sebelumnya berakhir pada awal tahun ini.