Sejak awal tahun, warga di beberapa titik di Palembang seperti kawasan 16 Ilir dan Bukit Kecil mulai kesulitan mencari LPG 3 kg bersubsidi. Pedagang eceran di Pasar Cinde dan Pasar 26 Ilir mengeluhkan pasokan yang tidak menentu, sementara harga di tingkat pengecer melonjak jauh di atas patokan. Masalah ini bukan cerita baru, tapi setiap kali menjelang Ramadhan atau musim hujan, kelangkaan kembali terjadi.
Pemerintah Sumatera Selatan melalui Dinas ESDM dan Pertamina Patra Niaga Sumbagsel sebenarnya sudah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk setiap kabupaten/kota. Namun yang terjadi di lapangan, banyak agen dan pangkalan menjual di atas HET dengan alasan biaya distribusi. Artikel ini akan mengupas besaran HET resmi, syarat pembelian terbaru, dan strategi agar Anda tidak tertipu bandar.
HET Gas LPG 3 Kg di Sumatera Selatan
Berdasarkan Keputusan Gubernur Sumatera Selatan, HET untuk LPG 3 kg bersubsidi berbeda di setiap zona. Untuk Kota Palembang dan sekitarnya, harga resmi di pangkalan berkisar antara Rp 15.500 hingga Rp 16.000 per tabung. Sementara di wilayah yang sulit dijangkau seperti Musi Rawas Utara atau OKU Selatan, HET bisa mencapai Rp 18.500 sampai Rp 19.000.
Yang perlu dipahami, HET ini berlaku untuk pembelian langsung di pangkalan resmi, bukan di pengecer atau warung pinggir jalan. Pangkalan resmi biasanya memiliki papan nama biru bertuliskan "Pangkalan LPG 3 Kg" dan terdaftar di Pertamina. Jika Anda membeli di tempat yang tidak memiliki papan tersebut, siap-siap membayar lebih mahal.
Di Kota Lubuklinggau, misalnya, beberapa pangkalan di kawasan Simpang Periuk dan Kelurahan Taba Lestari masih menjual sesuai HET. Namun begitu tabung keluar dari pangkalan dan masuk ke pengecer, harganya langsung naik Rp 5.000 hingga Rp 10.000 per tabung. Ini yang membuat warga di Kecamatan Lubuklinggau Timur kerap mengeluh.
Syarat Pembelian LPG Subsidi di Sumatera Selatan
Mulai tahun 2024, Pertamina mewajibkan setiap pembeli LPG 3 kg menunjukkan KTP dan Kartu Keluarga (KK) asli. Aturan ini diterapkan untuk memastikan tabung melon hanya dibeli oleh rumah tangga miskin, usaha mikro, dan petani sasaran. Di Palembang, warga yang hendak membeli di pangkalan resmi di kawasan Kertapati dan Seberang Ulu harus mendaftarkan NIK mereka terlebih dahulu.
Prosesnya sederhana. Datang ke pangkalan dengan membawa KTP dan KK. Petugas pangkalan akan mencatat NIK Anda ke dalam sistem Merchant Application Pertamina (MAP). Jika NIK Anda terdaftar sebagai penerima subsidi, Anda bisa membeli maksimal 1 tabung per hari untuk kebutuhan rumah tangga. Untuk usaha mikro seperti warung nasi di pinggir jalan, batas pembelian bisa lebih banyak dengan menunjukkan surat keterangan usaha.
Di Kabupaten Banyuasin, misalnya di Kecamatan Talang Kelapa, beberapa pangkalan sudah menerapkan sistem ini sejak awal tahun. Warga yang tidak membawa KTP terpaksa pulang dengan tangan kosong. Kebijakan ini memang merepotkan, tapi di sisi lain mengurangi praktik borongan oleh oknum yang menjual kembali ke pengecer dengan harga tinggi.
Cara Menemukan Pangkalan Resmi LPG 3 Kg
Menemukan pangkalan resmi di Sumatera Selatan tidak sulit jika Anda tahu caranya. Pertamina menyediakan layanan call center 135 atau aplikasi MyPertamina untuk mencari lokasi pangkalan terdekat. Di Palembang, pangkalan resmi tersebar di hampir setiap kelurahan, mulai dari Kecamatan Ilir Barat I hingga Ilir Timur II.
Tips dari warga lokal: jangan membeli di toko kelontong yang menjual tabung melon tanpa papan nama pangkalan. Toko-toko semacam itu biasanya mengambil tabung dari pangkalan lalu menjualnya dengan markup Rp 5.000 sampai Rp 10.000. Lebih baik Anda mencari pangkalan resmi di daerah Anda, meski harus antre sedikit lebih lama.
Di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), pangkalan resmi banyak ditemukan di Kecamatan Kayu Agung dan Indralaya. Sementara di Kota Prabumulih, pangkalan resmi terkonsentrasi di Kecamatan Prabumulih Timur dan Barat. Pastikan Anda membeli di tempat yang terdaftar agar tidak dirugikan.
Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Membeli LPG 3 Kg
Pertama, perhatikan berat tabung. Tabung LPG 3 kg bersubsidi harus memiliki berat bersih 3 kg, bukan 2,5 kg atau 2,8 kg. Beberapa oknum nakal kerap mengurangi isi tabung dengan alasan penguapan. Jika Anda mencurigai adanya kecurangan, laporkan ke Dinas ESDM setempat atau melalui layanan pengaduan Pertamina.
Kedua, jangan membeli tabung yang sudah rusak, berkarat, atau tanpa segel. Tabung yang baik memiliki segel plastik biru atau hijau yang masih utuh. Jika segel rusak, kemungkinan tabung sudah dibuka dan diisi ulang secara ilegal. Di Palembang, praktik pengisian ilegal marak di kawasan pinggiran seperti Kecamatan Sako dan Alang-Alang Lebar.
Ketiga, simpan struk pembelian. Struk ini penting jika Anda ingin melakukan klaim atau pengaduan. Pangkalan resmi biasanya memberikan struk atau nota kecil sebagai bukti transaksi. Jika pangkalan tidak memberikan struk, tanyakan alasannya.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah LPG 3 kg bisa dibeli oleh semua orang?
Tidak. LPG 3 kg bersubsidi hanya diperuntukkan bagi rumah tangga miskin, usaha mikro, petani, dan nelayan yang terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Pembeli wajib menunjukkan KTP dan KK untuk verifikasi.
Berapa harga LPG 3 kg di pangkalan resmi Palembang?
Harga di pangkalan resmi Kota Palembang sekitar Rp 15.500 sampai Rp 16.000 per tabung. Namun harga bisa berbeda di setiap pangkalan tergantung jarak distribusi. Cek langsung ke pangkalan terdekat untuk informasi pasti.
Kenapa harga LPG 3 kg di warung lebih mahal?
Karena warung atau pengecer membeli dari pangkalan lalu menambahkan margin keuntungan. Harga di pengecer bisa mencapai Rp 22.000 sampai Rp 25.000 per tabung, tergantung lokasi dan tingkat kelangkaan.
Bagaimana cara melaporkan pangkalan yang menjual di atas HET?
Anda bisa menghubungi call center Pertamina di 135 atau Dinas ESDM Sumatera Selatan. Sertakan bukti pembelian dan lokasi pangkalan agar pengaduan bisa ditindaklanjuti.
Apakah ada batas pembelian LPG 3 kg per KK?
Ya, maksimal 1 tabung per hari untuk rumah tangga. Untuk usaha mikro, batasnya bisa lebih besar dengan menunjukkan surat keterangan usaha dari kelurahan.
Mendapatkan LPG 3 kg bersubsidi di Sumatera Selatan memang butuh sedikit usaha ekstra, terutama di kota-kota besar seperti Palembang dan Lubuklinggau. Pastikan Anda membeli di pangkalan resmi, membawa dokumen lengkap, dan tidak tergiur harga murah dari oknum yang mencurigakan. Dengan begitu, subsidi yang diberikan pemerintah benar-benar sampai ke tangan yang berhak.