SUMATERA SELATAN — Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf memutuskan penutupan sementara kawasan wisata Tebing Apparalang pada Rabu (10/6/2026). Keputusan ini diambil setelah pihaknya melakukan penelusuran pasca-insiden maut yang menimpa Elmi Febrianti (17), seorang wisatawan asal Bulukumba yang tewas terjatuh dari tebing setinggi puluhan meter pada Minggu (7/6/2026).
"Ditutup dulu. Pengelolaannya juga akan diambil alih pemerintah," ujar Andi Utta, sapaan akrab bupati, kepada wartawan.
Hasil investigasi awal Pemkab Bulukumba menemukan fakta mengejutkan. Selama ini, Tebing Apparalang tidak dikelola oleh Dinas Pariwisata atau badan usaha milik daerah, melainkan oleh sebuah yayasan yang beroperasi secara mandiri. Setelah ditelusuri, yayasan tersebut tidak pernah mengantongi izin resmi dari pemerintah kabupaten.
"Pengelolanya yayasan dan tanpa izin," tegas Andi Utta.
Yang lebih mencengangkan, yayasan yang mengelola destinasi wisata berisiko tinggi itu diketahui diketuai langsung oleh kepala desa setempat. Bupati menyebut status pengelolaan itu ilegal karena tidak memiliki dasar hukum yang sah dari Pemkab. "Ilegal karena tidak ada izin dari Pemkab. Yayasan sendiri yang kelola, yang juga kepala desanya menjadi ketua yayasan," kata dia.
Kepolisian Resor Bulukumba telah memasang garis polisi di tiga titik kawasan wisata tersebut sejak Senin (8/6/2026). Titik yang dipasangi police line meliputi akses jalan masuk, tangga menuju lokasi jatuhnya korban, dan papan swafoto yang diduga menjadi tempat korban terpeleset.
Kasat Reskrim Polres Bulukumba AKP Andi Imran Hamid mengatakan penyelidikan kini diarahkan pada dugaan kelalaian pengelola. "Untuk sementara, pihak pengelola wisata diduga terjadi kelalaian dalam membuat tempat wisata dan tidak menyediakan K3 ataupun pengamanan yang memadai di sekitar lokasi wisata," ujarnya.
Menurut keterangan polisi, korban datang bersama seorang temannya sekitar pukul 14.00 Wita. Saat berdiri di atas papan untuk berfoto di bibir tebing, korban kehilangan keseimbangan dan jatuh ke laut. Video detik-detik korban terombang-ambing di perairan bawah tebing sempat viral di media sosial, namun ombak deras dan medan sulit menghambat proses penyelamatan.
Bupati memastikan Pemkab Bulukumba akan mengambil alih pengelolaan Tebing Apparalang dalam waktu dekat. Langkah ini dinilai mendesak untuk memastikan tata kelola destinasi wisata berjalan sesuai regulasi dan standar keamanan pengunjung terpenuhi.
"Akan diambil alih pemerintah pengelolaannya," tegas Andi Utta.
Polisi masih mendalami aspek keselamatan di lokasi, termasuk keberadaan rambu peringatan, pembatas pengaman, petugas keselamatan, hingga fasilitas penunjang lainnya. Penyidik Unit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Bulukumba saat ini tengah memeriksa sejumlah saksi dan dokumen terkait pengelolaan objek wisata tersebut. Hingga berita ini diturunkan, kawasan Tebing Apparalang terpantau sepi tanpa aktivitas wisatawan dan pengelola.