PT Bukit Asam Salurkan 2.400 Ekor Ayam Petelur untuk 100 KK di Lahat, Target Desa Sirah Pulau Jadi Sentra Telur

Penulis: Syaiful Bahri  •  Jumat, 31 Juli 2026 | 12:52:31 WIB
PT Bukit Asam menyalurkan 2.400 ekor ayam petelur siap produksi kepada 100 kepala keluarga di Desa Sirah Pulau, Lahat, sebagai bagian dari program budidaya skala rumahan dan komunal.

LAHAT — Sebanyak 100 kepala keluarga di Desa Sirah Pulau dan sekitarnya, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, kini resmi menjadi penerima manfaat program budidaya ayam petelur skala rumahan dan komunal. Bantuan tahap pertama yang disalurkan PT Bukit Asam mencakup 2.400 ekor ayam petelur siap produksi, paket kandang lengkap untuk dua skala usaha, serta pasokan pakan berkualitas.

Pelatihan bagi para penerima manfaat digelar di Desa Sirah Pulau pada Kamis (30/7/2026). Pendampingan tidak dilakukan sembarangan; PTBA menghadirkan tenaga ahli profesional dari luar Sumatera Selatan untuk memastikan warga menguasai teknis pemeliharaan hingga pemasaran hasil panen telur.

Bantuan Hulu ke Hilir: Dari Kandang hingga Jaminan Pendampingan

Sustainable Economic, Social dan Environment Department Head PTBA, Listati, menegaskan bahwa paket bantuan dirancang menyeluruh, tidak hanya sekadar menyerahkan ternak. Menurutnya, skema ini disiapkan agar para penerima manfaat benar-benar siap menjadi produsen telur mandiri.

"Bantuan menyeluruh dari hulu ke hilir ini disiapkan agar 100 kepala keluarga penerima manfaat tersebut benar-benar siap menjadi produsen telur yang mandiri," ujarnya di sela pelatihan, Kamis.

Listati menambahkan, program yang dijalankan bersama mitra Rumah Kreatif Sriwijaya ini menggunakan pendekatan terukur di setiap tahapan. "Ini adalah program yang melibatkan multi pihak, dipersiapkan dengan sangat matang, penuh perhitungan, serta terencana di setiap tahapan, termasuk mendatangkan tenaga ahli agar pendampingan berjalan intensif," katanya.

Mengapa Program Ini Menjadi Kunci Pascatambang?

Langkah ini merupakan bagian dari persiapan transisi ekonomi ketika aktivitas pertambangan di wilayah tersebut kelak berakhir. PTBA menilai masyarakat harus memiliki solusi keberlanjutan hidup melalui sektor ekonomi baru sebelum cadangan tambang habis.

"Kita optimis program ini akan menjadi solusi ekonomi baru bagi warga," tegas Listati, seraya menyebut kegiatan ini turut diawasi Forum Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (FP2M) sebagai perpanjangan tangan pemerintah.

Target: Desa Percontohan Nasional Penghasil Telur

PTBA menargetkan Desa Sirah Pulau mampu menjadi percontohan program nasional sebagai desa mandiri penghasil telur ayam dengan metode rumahan. Harapan tersebut diamini oleh Sekretaris FP2M, Sapril, yang menyatakan kesiapannya mengawal ketat penyaluran dan pengelolaan bantuan hingga berhasil di tingkat keluarga.

"Harapan besar kami, di masa depan, Desa Sirah Pulau tidak hanya dikenal sebagai wilayah penyangga aktivitas pertambangan, tetapi juga sebagai sentra produksi telur ayam berkualitas yang mampu memasok berbagai daerah," ungkap Sapril.

Sementara itu, Kepala Desa Sirah Pulau, Hendra Febriansyah, menyebut bantuan tersebut sebagai harapan baru bagi desanya untuk bertransformasi. Ia menginstruksikan warga penerima manfaat agar memanfaatkan bantuan demi kesejahteraan keluarga masing-masing.

Reporter: Syaiful Bahri
Sumber: suarasumsel.net This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top