SUMATERA SELATAN — Catatan impresif itu mengungguli winger Myanmar, Mg Mg Lwin (12 umpan kunci), dan gelandang Vietnam, Nguyen Hoang Duc (10 umpan kunci). Eliano Reijnders juga masuk jajaran teratas dengan 8 umpan kunci, menegaskan ada lebih dari satu sumber kreativitas di skuad Garuda.
Selain menjadi distributor utama, Haye sudah menyumbangkan satu gol bagi Indonesia di turnamen ini. Eksekusi tendangan bebasnya menghujam pojok gawang Timor Leste dan tak mampu diantisipasi kiper lawan.
Pemain yang pernah memperkuat NAC Breda itu memberi dimensi bahaya baru dari situasi bola mati, melengkapi perannya sebagai pengatur irama permainan dari lini tengah.
Kekalahan 0-3 dari Vietnam pada Senin (3/8/2026) menjadi bukti nyata betapa vitalnya peran Haye. Ketika ruang geraknya dibatasi ketat, aliran bola dari tengah ke depan menjadi tidak efektif dan agresivitas serangan Indonesia menurun drastis.
Kondisi ini membuka pekerjaan rumah bagi pelatih John Herdman untuk merancang skema alternatif. Jika Haye kembali menjadi target penjagaan ketat atau jalur umpannya diprediksi lawan, Indonesia butuh opsi lain untuk membongkar pertahanan.
Performa kreatif Haye sepanjang fase awal turnamen tidak bisa dianggap kebetulan. Ia konsisten menjadi sumber peluang di tiga pertandingan yang sudah dilalui, baik saat tim menang maupun saat menghadapi tekanan.
Pertanyaannya kini, bagaimana Herdman menyiasati antisipasi lawan yang sudah mulai membaca pola permainan Indonesia? Ketergantungan pada satu kreator berisiko, dan laga melawan Vietnam sudah memberi gambaran jelas soal itu.