Setoran Pajak BRI Tembus Rp 8,1 Triliun di Kuartal I 2026, Danantara Dinilai Perkuat Peran Bank Pelat Merah

Penulis: Fakhrudin Akbar  •  Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:18:31 WIB
Setoran pajak BRI mencapai Rp 8,1 triliun hingga kuartal I 2026, menjadikannya kontributor terbesar di industri keuangan.

SUMATERA SELATAN — Di tengah transformasi tata kelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah supervisi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), kinerja keuangan BRI justru menunjukkan daya tahan yang solid. Berdasarkan data perseroan per Juli 2026, setoran pajak yang masuk ke kas negara dari BRI mencakup berbagai komponen, mulai dari Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Bea Meterai, PPh Badan, hingga pajak daerah.

Kontribusi Pajak Terbesar di Industri Keuangan

Direktur Program Kebijakan Prasasti Center for Policy Studies, Piter Abdullah, menilai konsistensi BRI dalam membayar pajak merupakan keunggulan kompetitif yang sulit ditandingi bank lain. Menurutnya, nominal setoran yang besar tersebut tidak lepas dari fundamental bisnis perseroan yang ditopang lebih dari 70 juta nasabah, mayoritas dari segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"BRI memberikan kontribusi pajak terbesar di industri keuangan. Hal ini menurut saya merupakan keunggulan BRI yang tidak bisa disaingi oleh bank-bank lain, bahkan oleh bank-bank besar lainnya seperti Mandiri dan BCA," ujar Piter.

Ia menambahkan, luasnya basis nasabah membuat BRI mampu menjaga sumber dana murah (current account savings account/CASA) yang berujung pada perolehan laba tinggi. "Kontribusi pajak BRI yang besar utamanya disebabkan oleh laba BRI yang tinggi, di samping tingkat kepatuhan pembayaran pajak yang juga terjaga dengan baik," jelasnya.

Danantara Jadi Katalis Penguatan Peran Strategis

Kehadiran Danantara dinilai berpotensi mendongkrak peran BRI lebih jauh lagi dalam jangka panjang. Meskipun konsistensi setoran pajak sudah terbangun sebelum Danantara terbentuk, Piter menilai transformasi tata kelola yang dijalankan saat ini bisa menjadi fondasi baru bagi BUMN untuk berkontribusi lebih besar terhadap penerimaan negara.

"Saya kira BRI bisa menjadi model atau percontohan bagi BUMN dalam berkontribusi terhadap penerimaan negara," kata Piter menegaskan.

Arah transformasi ini sejalan dengan pernyataan Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria. Ia menyebut bank-bank milik negara yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) terus menunjukkan kinerja positif. Kinerja tersebut menjadi pilar pendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembiayaan ke sektor produktif dan kerakyatan.

"Termasuk industri manufaktur, hilirisasi sumber daya alam, infrastruktur, UMKM, serta berbagai sektor yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing nasional," ujar Dony.

Digitalisasi Perkuat Pembiayaan UMKM

Selain dari sisi fiskal, pengamat menyoroti dampak digitalisasi yang dijalankan BRI hingga ke akar rumput. Percepatan layanan digital dinilai semakin memperkuat penyaluran pembiayaan ke sektor produktif, khususnya UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

Dengan kombinasi antara kepatuhan pajak yang terjaga, ekspansi kredit ke sektor riil, serta dukungan transformasi dari Danantara, BRI diproyeksikan tetap menjadi salah satu pilar utama penyokong Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.

Reporter: Fakhrudin Akbar
Sumber: jogja.suara.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top