PALEMBANG — Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Palembang, Iptu Hermanto, membenarkan peristiwa nahas tersebut. Korban yang diketahui bekerja di salah satu pusat perbelanjaan di kawasan Plaju itu meregang nyawa dengan kondisi luka parah di bagian perut.
"Motor korban melaju dari Jalan RE Martadinata mengarah ke simpang Pusri. Setiba di lokasi ada lubang, lalu korban menghindari lubang itu," ujar Iptu Hermanto kepada awak media, Kamis (6/8/2026).
Peristiwa bermula saat korban mengendarai sepeda motor CB tanpa plat nomor dalam perjalanan pulang menuju arah Mata Merah. Ia melaju dari arah Pasar Lemabang dengan kecepatan sedang.
Setibanya di titik kejadian, korban mendapati lubang di aspal. Ia pun berusaha bermanuver menghindar. Namun, upaya tersebut berujung fatal.
"Karena hilang kendali lalu oleng ke kanan, kemudian dilindas truk dari arah yang sama," jelasnya.
Akibat kejadian itu, korban meninggal dunia di lokasi dengan kondisi usus terburai. Jasad korban langsung dievakuasi petugas ke rumah sakit terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Petugas masih memburu sopir truk yang melindas korban. Kendaraan truk tersebut disebut melaju searah dan diduga tidak sempat menghindar saat korban terjatuh ke kanan.
"Kami imbau kepada sopir truk yang menabrak korban untuk segera menyerahkan diri. Kami juga masih melakukan penyelidikan," tegas Iptu Hermanto.
Hingga berita ini diturunkan, Unit Gakkum Satlantas Polrestabes Palembang masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi di lapangan. Identitas sopir truk yang kabur pun masih menjadi target pengejaran petugas.